
PT Astra International Tbk (IDX: ASII) adalah konglomerat terbesar di Indonesia yang bergerak di tujuh segmen usaha — otomotif & mobilitas, jasa keuangan, alat berat & pertambangan, agribisnis, infrastruktur & logistik, teknologi informasi, serta properti & kesehatan. Per penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, harga saham ASII adalah Rp4.630 per lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) setara Rp463.000 (sumber: data perdagangan Bursa Efek Indonesia, dikutip pintarsaham.id, 5 Oktober 2026). ASII tercatat di indeks LQ45 dan IDX30, dan kerap disebut “miniatur ekonomi Indonesia” karena kinerjanya mencerminkan kondisi makroekonomi nasional secara langsung.
Artikel ini membahas profil bisnis Astra International, struktur kepemilikan, kinerja keuangan semester I 2026, rekam jejak dan jadwal dividen, cara membeli saham ASII di Pluang, serta risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.
Jawaban Singkat
● Kode saham ASII — PT Astra International Tbk, konglomerat 7 segmen usaha, induk dari United Tractors (UNTR) dan Astra Agro Lestari (AALI).
● Harga 1 lot per 2 Oktober 2026: Rp463.000 (100 lembar × Rp4.630; sumber: pintarsaham.id, 5 Oktober 2026).
● Dividen interim tahun buku 2026: Rp98/saham (Rp9.800/lot), cum date 12 Oktober 2026, dibayar 30 Oktober 2026 (sumber: Bloomberg Technoz, 4 Oktober 2026).
Astra International berdiri pada 20 Februari 1957 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 4 April 1990. Astra bukan sekadar produsen kendaraan — perusahaan ini adalah konglomerat diversifikasi yang beroperasi di tujuh segmen bisnis utama berikut.
Segmen terbesar dan paling dikenal dari Astra, dijalankan melalui PT Toyota Astra Motor (TAM), PT Astra Honda Motor (AHM), Astra Daihatsu Motor, dan Isuzu. Pada semester I 2026, segmen ini membukukan laba bersih Rp5,91 triliun, naik 9% secara tahunan, dengan pangsa pasar mobil nasional sekitar 51% (sumber: market.bisnis.com, 30 Juli 2026).
Mencakup pembiayaan kendaraan melalui Astra Credit Companies (ACC) dan Federal International Finance (FIF), asuransi, hingga perbankan digital. Segmen ini mencatat laba bersih Rp4,64 triliun pada semester I 2026, tumbuh 6% secara tahunan, didukung pertumbuhan nilai pembiayaan baru sebesar 10% (sumber: market.bisnis.com, 30 Juli 2026).
Dijalankan melalui PT United Tractors Tbk (UNTR) — anak usaha yang juga tercatat di BEI — segmen ini mencakup distribusi alat berat Komatsu dan jasa pertambangan batu bara serta emas. Segmen ini tertekan signifikan pada semester I 2026, dengan laba bersih turun menjadi Rp2,70 triliun dari Rp5,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, akibat penghentian sementara operasi tambang emas Martabe dan penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 27% (sumber: market.bisnis.com, 30 Juli 2026).
Selain tiga pilar utama, Astra juga beroperasi di agribisnis melalui PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), infrastruktur & logistik, teknologi informasi (Astra Graphia), serta properti dan kesehatan. Gabungan segmen-segmen ini menyumbang laba bersih Rp1,62 triliun pada semester I 2026, tumbuh 31% secara tahunan (sumber: market.bisnis.com, 30 Juli 2026).
Pemegang saham pengendali Astra International adalah Jardine Cycle & Carriage Limited, bagian dari grup Jardine Matheson asal Singapura, dengan kepemilikan 50,11% atau setara 20.288.255.040 lembar saham per 31 Agustus 2025. Sisanya, sekitar 49,89%, dimiliki publik dan investor institusi lain (sumber: market.bisnis.com, 8 Oktober 2025). Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia, satuan perdagangan minimum atau 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Per penutupan 2 Oktober 2026, harga saham ASII adalah Rp4.630 per lembar, sehingga modal minimum untuk membeli 1 lot saham ASII adalah Rp463.000, belum termasuk biaya transaksi (sumber: pintarsaham.id, 5 Oktober 2026).
Komponen | Nilai | Keterangan |
Harga per lembar (2 Okt 2026) | Rp4.630 | Sumber: data BEI, dikutip pintarsaham.id, 5 Okt 2026 |
1 lot (100 lembar) | Rp463.000 | 100 × Rp4.630 |
Minimum pembelian di BEI | 1 lot | Tidak bisa membeli dalam satuan lembar |
Komisi broker | Bervariasi per sekuritas | Cek rincian terkini di halaman biaya Pluang |
Levy Bursa Efek Indonesia | Bersifat reguler | Ditetapkan oleh BEI, berlaku untuk seluruh transaksi |
PPh Final atas nilai jual | 0,1% | Sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas |
Rincian biaya transaksi saham Indonesia terbaru dapat dicek di halaman biaya Pluang.
Pada semester I 2026 (Januari–Juni), Astra International membukukan pendapatan konsolidasian Rp157,91 triliun, turun 3% dibandingkan Rp162,85 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Laba bersih tercatat Rp12,53 triliun, turun 19% secara tahunan dari Rp15,51 triliun. Di luar pos nonberulang senilai Rp2,35 triliun, laba bersih inti berada di Rp14,89 triliun atau turun 7% secara tahunan. Laba bersih per saham turun dari Rp383 menjadi Rp313 (sumber: market.bisnis.com, 30 Juli 2026).
Pada kuartal I 2026 (Januari–Maret) saja, Astra mencatat laba bersih Rp5,85 triliun, turun 16% secara tahunan, dan pendapatan Rp78,67 triliun, turun 6% secara tahunan — termasuk dampak kerugian belum terealisasi sebesar Rp241 miliar dari investasi di saham GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), membaik dibandingkan kerugian Rp456 miliar pada kuartal yang sama tahun 2025 (sumber: idnfinancials.com, 29 April 2026; katadata.co.id, 30 April 2026).
Catatan: data kinerja di atas adalah hasil keuangan historis yang telah dipublikasikan dan bukan proyeksi atau jaminan kinerja pada periode berikutnya.
Astra membagikan dividen per saham (DPS) dua kali dalam satu tahun buku — dividen interim dan dividen final. Untuk tahun buku 2025, total dividen yang dibagikan adalah Rp390 per saham, atau setara Rp39.000 per lot (Rp390 × 100 lembar), dengan rasio pembayaran dividen (payout ratio) sebesar 48% dari laba bersih tahun buku 2025 (sumber: market.bisnis.com, 23 April 2026).
Tahun buku | Dividen interim (Rp) | Dividen final (Rp) | Total per saham (Rp) | Per lot (Rp) |
2021 | 45 | 194 | 239 | 23.900 |
2022 | 88 | 552 | 640 | 64.000 |
2023 | 98 | 421 | 519 | 51.900 |
2024 | 98 | 308 | 406 | 40.600 |
2025 | 98 | 292 | 390 | 39.000 |
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: tahun buku 2021–2025 (sumber: fortuneidn.com, 23 Maret 2024; bareksa.com, 2 Mei 2024; market.bisnis.com, 8 Mei 2025 dan 23 April 2026). Payout ratio hanya tersedia dan terverifikasi untuk tahun buku 2025 (48%); data payout ratio 2021–2024 belum ditemukan pada sumber yang terverifikasi sehingga tidak dicantumkan.
Contoh historis: pemegang 10 lot (1.000 lembar) ASII pada cum date dividen final tahun buku 2025 menerima dividen final sebesar 1.000 × Rp292 = Rp292.000 (sebelum potongan pajak dividen yang berlaku), dibayarkan 25 Mei 2026 (sumber: market.bisnis.com, 23 April 2026). Ini adalah data historis, bukan simulasi atau proyeksi dividen pada tahun buku berjalan.
Secara historis, Astra membagikan dividen interim sekitar bulan Oktober dan dividen final sekitar bulan Mei–Juni setiap tahun. Untuk tahun buku 2026, Astra telah mengumumkan dividen interim sebesar Rp98 per saham dengan total Rp3,9 triliun, disetujui jajaran direksi pada 10 September 2026 dan disahkan Dewan Komisaris pada 30 September 2026 (sumber: bloombergtechnoz.com, 4 Oktober 2026).
Tahapan | Tanggal |
Cum dividend (pasar reguler & negosiasi) | 12 Oktober 2026 |
Ex dividend (pasar reguler & negosiasi) | 13 Oktober 2026 |
Cum dividend (pasar tunai) | 14 Oktober 2026 |
Ex dividend (pasar tunai) | 15 Oktober 2026 |
Recording date | 14 Oktober 2026 |
Tanggal pembayaran | 30 Oktober 2026 |
Sumber: bloombergtechnoz.com, 4 Oktober 2026. Data per 6 Oktober 2026 — jadwal dapat berubah, pantau pengumuman resmi di idx.co.id.
Istilah penting: cum date adalah tanggal terakhir untuk membeli/memiliki saham agar berhak menerima dividen; ex date adalah tanggal saham mulai diperdagangkan tanpa hak dividen; dan recording date adalah tanggal pencatatan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen oleh biro administrasi efek.
Membeli saham ASII dapat dilakukan sepenuhnya dari aplikasi Pluang, platform multi-aset yang berizin dan diawasi OJK. Berikut langkah-langkahnya:
Unduh aplikasi Pluang di App Store atau Google Play Store, lalu registrasi akun dengan KTP dan NPWP. Proses verifikasi identitas (KYC) umumnya selesai dalam hitungan menit.
Buka fitur Saham Indonesia di aplikasi dan ikuti proses pembukaan rekening efek yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi. Pelajari status perizinan mitra sekuritas di halaman keamanan Pluang.
Top up saldo investasi melalui transfer bank, virtual account, atau metode pembayaran lain yang tersedia di aplikasi.
Ketik “ASII” atau “Astra” pada fitur pencarian untuk melihat grafik harga, profil perusahaan, dan data fundamental saham ASII.
Tentukan jumlah lot yang ingin dibeli (kelipatan 1 lot = 100 lembar), masukkan harga sesuai kondisi pasar, lalu konfirmasi order.
Setelah pasar dibuka (Senin–Jumat, pukul 09.00–16.00 WIB untuk sesi reguler), order akan diproses di BEI dan saham ASII masuk ke portofolio begitu transaksi berhasil.
Diversifikasi bisnis yang luas — tujuh segmen usaha membuat pelemahan di satu segmen, seperti alat berat & pertambangan pada 2026, berpotensi dikompensasi oleh segmen lain seperti otomotif dan jasa keuangan yang masih mencatat pertumbuhan laba.
Rekam jejak dividen konsisten — berdasarkan data tahun buku 2021–2025 di atas, Astra konsisten membagikan dividen dua kali setiap tahun buku.
Posisi dominan di pasar otomotif — melalui Toyota, Honda, dan Daihatsu, Astra memegang sekitar 51% pangsa pasar mobil nasional pada semester I 2026 (sumber: market.bisnis.com, 30 Juli 2026).
Program buyback saham — RUPS menyetujui program pembelian kembali saham senilai Rp8 triliun pada 17 Juli 2026, melanjutkan program buyback Rp2 triliun yang telah rampung pada Januari 2026. Program ini dapat memengaruhi dinamika permintaan di pasar, namun bukan jaminan kenaikan harga saham (sumber: kabarbursa.com, 14 Januari 2026).
Target harga dari analis independen — per 4 Agustus 2026, Mandiri Sekuritas memberi rating Buy dengan target harga Rp7.000, dan BRI Danareksa Sekuritas memberi rating Buy dengan target harga Rp6.850, dengan alasan optimisme kinerja semester II 2026 (sumber: investortrust.id, 4 Agustus 2026). Target harga di atas adalah proyeksi independen dari sekuritas pihak ketiga, bukan rekomendasi atau target harga dari Pluang, dan tidak menjamin pergerakan harga di masa depan.
Seperti semua instrumen pasar modal, investasi di saham ASII mengandung risiko yang perlu dipahami sebelum memulai:
Risiko siklus komoditas dan alat berat — segmen alat berat & pertambangan tertekan signifikan pada semester I 2026 akibat penghentian sementara tambang emas Martabe dan penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 27% (sumber: market.bisnis.com, 30 Juli 2026).
Risiko investasi di anak usaha/afiliasi — Astra mencatat kerugian belum terealisasi dari kepemilikan saham GOTO sebesar Rp241 miliar pada kuartal I 2026 (sumber: katadata.co.id, 30 April 2026).
Persaingan industri otomotif yang ketat — kendaraan listrik dari produsen global dan China mulai menekan pangsa pasar kendaraan konvensional, sehingga Astra perlu investasi besar untuk transisi elektrifikasi.
Volatilitas nilai tukar rupiah — sebagian komponen otomotif masih diimpor, sehingga pelemahan rupiah dapat menekan margin keuntungan.
Volatilitas harga saham — harga saham ASII tercatat Rp7.150 pada pertengahan Januari 2026 (sumber: kabarbursa.com, 14 Januari 2026) dan berada di Rp4.630 pada 2 Oktober 2026 (sumber: pintarsaham.id, 5 Oktober 2026), menunjukkan volatilitas yang signifikan sepanjang tahun berjalan. Angka ini bukan cerminan performa mendatang.
Selalu sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu sendiri.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.
Informasi mengenai emiten pada artikel ini hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Saham ASII adalah saham PT Astra International Tbk, konglomerat Indonesia dengan tujuh segmen usaha, tercatat di BEI dan termasuk indeks LQ45 serta IDX30 (sumber: idx.co.id).
Per penutupan 2 Oktober 2026, 1 lot (100 lembar) saham ASII setara Rp463.000 (Rp4.630/lembar). Harga bergerak setiap hari — cek harga real-time di aplikasi Pluang atau idx.co.id.
Total dividen tahun buku 2025 adalah Rp390 per saham atau Rp39.000 per lot, dengan payout ratio 48% (sumber: market.bisnis.com, 23 April 2026).
Cum date dividen interim Rp98/saham adalah 12 Oktober 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, dengan pembayaran pada 30 Oktober 2026 (sumber: bloombergtechnoz.com, 4 Oktober 2026).
Pemegang saham pengendali adalah Jardine Cycle & Carriage Limited dengan kepemilikan 50,11% per 31 Agustus 2025; sisanya dimiliki publik (sumber: market.bisnis.com, 8 Oktober 2025).
Tidak ada perbedaan substansi. “ASII.JK” adalah format kode saham internasional dengan akhiran “.JK” untuk Bursa Efek Jakarta, sedangkan “ASII” lazim digunakan di platform investasi domestik seperti Pluang.
Tanggal | Perubahan |
29 Mei 2026 | Artikel pertama kali dipublikasikan, mencakup profil bisnis, kinerja Januari–September 2025, dan dividen tahun buku 2025. |
6 Oktober 2026 | Pembaruan harga saham dan nilai 1 lot (Rp4.630, per 2 Okt 2026); pembaruan kinerja keuangan ke semester I 2026; penambahan jadwal dan Angka Kunci dividen interim tahun buku 2026 (Rp98/saham, cum date 12 Okt 2026); penambahan tabel riwayat dividen 5 tahun buku (2021–2025) dengan sumber per rincian; pembaruan data buyback Rp8 triliun dan target harga analis terbaru; penghapusan klaim “Terpercaya” dan proyeksi harga/katalis yang tidak sesuai Rule 38; penambahan blok Rule 24, disclaimer produk Saham Indonesia (Annex A3), dan bagian Riwayat Pembaruan Artikel. |
Saham Astra International (IDX: ASII) menawarkan kombinasi diversifikasi bisnis yang luas, rekam jejak dividen yang konsisten, dan posisi kuat di sektor-sektor kunci ekonomi Indonesia. Pada saat yang sama, kinerja semester I 2026 menunjukkan tekanan di segmen alat berat & pertambangan serta investasi afiliasi, sehingga calon investor perlu mempertimbangkan baik potensi maupun risikonya secara berimbang.
Disclaimer Risiko: Investasi saham mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Kinerja historis bukan jaminan hasil di masa depan. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum membuat keputusan investasi.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.


