Berita & Analisis
Pre Earnings Broadcom Inc. (AVGO): Bagaimana Prospek nya?










Key Highlight
|
| Rating Wall Street | : BUY |
|---|---|
| Target Price (1Y) | : $269.94 (Yahoo Finance) |
| Upside | : 82.53% dari harga closing price 25 Feb 2026 di level US$200.28 |
Investasi saham $ORCL di Pluang! Bisa beli mulai dari $1 atau maksimalkan trading dengan [Call Options].
💸Nikmati 0% biaya transaksi* untuk Saham AS & Options!💸
Beli Call Option ORCL di Sini!
*S&K berlaku
Mau punya saham $AVGO? Di Pluang, kamu bisa mulai dari $1 aja!
Ingin peluang profit lebih besar? Upgrade strategimu dengan Leverage 4x atau untuk memaksimalkan cuan.
💸Nikmati 0% biaya transaksi* untuk Saham AS & dan 0% bunga leverage*💸
*S&K berlaku
Oracle mempercepat ekspansi OCI untuk menangkap lonjakan permintaan AI workloads dan enterprise cloud migration. Langkah ini menjadi katalis pertumbuhan pendapatan jangka panjang, namun membutuhkan investasi infrastruktur data center yang sangat besar. Secara finansial, strategi ini meningkatkan visibility revenue multi-tahun, tetapi menekan margin dan free cash flow (FCF) dalam jangka pendek akibat CAPEX yang tinggi.
Untuk membiayai ekspansi OCI, Oracle mengandalkan pendanaan besar yang sebagian berasal dari utang. Hal ini menjadi katalis negatif jangka pendek bagi kualitas neraca karena meningkatkan leverage dan beban bunga. Secara finansial, fleksibilitas untuk buyback atau dividen berpotensi menurun, dan saham menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga serta risiko penurunan credit outlook.
Berbeda dengan AWS, Azure, dan Google yang berlomba jadi one-stop cloud, Oracle memilih strategi co-exist & complement. OCI sering dipakai berdampingan dengan AWS/Azure (multi-cloud), terutama untuk database & AI compute berat. Oracle memosisikan OCI sebagai co-existing cloud: dipakai berdampingan (multi-cloud), khususnya untuk database, AI compute berat, dan regulated workloads. Ini adalah hal yang unik karena Oracle justru tumbuh tanpa harus merebut market share penuh dari hyperscaler lain.
Oracle mengumumkan pipeline kontrak cloud yang sangat besar — backlog mencapai sekitar USD 455 miliar, yang tumbuh ~359 % YoY, mayoritas berasal dari AI cloud deals termasuk dengan OpenAI, xAI, Meta, dan lain-lain. Kontrak ini merupakan akumulasi dari beberapa kontrak multi-tahun besar dengan pelanggan AI dan cloud skala besar yang sudah ditandatangani dan diakui sebagai Remaining Performance Obligations (RPO), yaitu nilai kontrak yang masih akan direalisasikan sebagai pendapatan masa depan.
Salah satu yang paling besar berasal dari kesepakatan cloud AI senilai sekitar USD 300 miliar dengan OpenAI, untuk menyediakan kapasitas komputasi multi-tahun bagi operasi AI mereka. Ini mencakup kapasitas data center dan komputasi AI yang sangat besar
Dengan kebutuhan AI data center berdaya gigawatt, Oracle secara unik berada di persimpangan tech + energy infrastructure. Oracle terlibat dalam kerja sama penyediaan listrik jangka panjang (power-backed data center), sesuatu yang belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi saham teknologi saat ini. Valuasi nya saat ini: ORCL saat ini berada di angka 42.19x Forward P/E dan 14.09x P/S
Oracle sedang berada pada fase CAPEX super-agresif untuk membangun data center dan AI infrastructure. Walaupun backlog dan kontrak terlihat besar, arus kas keluar terjadi di awal sementara revenue diakui bertahap. Risiko utamanya adalah FCF tetap negatif atau lemah lebih lama dari ekspektasi pasar, yang bisa menekan valuasi dan membatasi fleksibilitas keuangan.
Sebagian pertumbuhan OCI didorong oleh beberapa klien AI berskala sangat besar. Ketergantungan pada sedikit pelanggan meningkatkan risiko jika terjadi renegosiasi harga, perubahan strategi internal klien, atau penundaan pemakaian kapasitas. Secara finansial, ini bisa menyebabkan volatilitas pendapatan dan utilisasi aset.
Oracle Corporation punya strategi menghindari perang langsung dengan hyperscaler (AWS, Azure, GCP) dengan fokus di niche bernilai tinggi seperti database mission-critical, AI compute berat, dan regulated workloads. Oracle tidak ingin jadi “cloud serba ada”, tapi cloud pendamping yang dipakai berdampingan, bukan pengganti.
Risikonya tetap ada karena lawan bisa berubah strategi. Kalau hyperscaler memutuskan masuk ke niche Oracle dengan harga agresif atau bundling, Oracle tetap terdampak meski tidak memulai perang. Jadi ini bukan kontradiksi, melainkan perbedaan antara niat strategi Oracle dan risiko respons kompetitor.
Ekspansi AI cloud membutuhkan listrik dalam skala gigawatt. Risiko muncul jika terjadi keterbatasan pasokan energi, kenaikan biaya listrik, atau keterlambatan proyek power infrastructure. Ini dapat menunda aktivasi data center dan memperpanjang periode CAPEX tanpa revenue yang sepadan.
ORCL saat ini sedang berupaya membangun momentum pemulihan (rebound) jangka pendek setelah mengalami fase penurunan (downtrend) yang cukup agresif. Harga penutupan terakhir berada di level $147.89, dan saat ini sedang bersiap untuk menguji resisten dinamis terdekatnya, yakni MA 20 ($154.37). Meskipun tren utama masih tertekan, indikator Stochastic RSI memperlihatkan momentum perlawanan yang positif (berada di kisaran level 71) dan bergerak mendaki mendekati area jenuh beli, mengindikasikan bahwa pembeli mulai kembali masuk ke pasar dalam jangka pendek.
Secara struktur teknikal, pergerakan ORCL masih dibayangi oleh fase bearish jangka menengah hingga panjang, yang dikonfirmasi oleh posisi harga yang berada cukup jauh di bawah MA 50 ($175.78) dan MA 200 ($220.69). Namun, pelemahan mulai tertahan ditandai dengan terbentuknya pijakan support dinamis minor (garis tren putih). Apabila harga kembali mengalami koreksi, area pertahanan terakhir (Major Support) yang sangat krusial berada di zona support horizontal historis $125.75 hingga $118.86. Selama harga tidak menembus zona ini, peluang ORCL untuk membentuk pola dasar (base) sebelum reversal tetap terjaga.
Untuk skenario upside, langkah pertama yang harus dicapai ORCL adalah menembus dan bertahan di atas resisten MA 20 ($154.37). Jika breakout ini berhasil, maka skenario pemulihan (recovery) lanjutan akan terbuka dengan target teknikal berikutnya menguji area resisten dinamis MA 50 di level $175.78. Keberhasilan melewati level $175.78 akan menjadi konfirmasi awal pergeseran momentum menuju fase bullish reversal.

Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!


