
Artikel ini menjelaskan dasar hukumnya, syarat yang harus dipenuhi emiten, cara kamu bisa tercatat sebagai penerima, perlakuan pajaknya, serta satu risiko yang jarang dibahas: dividen interim bisa diminta kembali.
Dividen interim adalah dividen yang dibayarkan sebelum tahun buku berakhir, atas dasar laba berjalan.
Diputuskan Direksi + persetujuan Dewan Komisaris, tidak perlu RUPS.
Nilainya diperhitungkan sebagai bagian dari dividen final tahun buku yang sama.
Dividen interim adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada pemegang saham yang dilakukan sebelum tahun buku berakhir, sehingga tidak menunggu persetujuan RUPS Tahunan. Landasannya adalah Pasal 72 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), yang memperbolehkan perseroan membagikan dividen interim sepanjang hal itu diatur dalam anggaran dasar perusahaan.
Istilah "interim" berarti sementara. Dividen ini bersifat pembayaran di muka: seluruh dividen interim yang dibagikan pada satu tahun buku akan diperhitungkan ke dalam dividen final tahun buku tersebut, yang baru disetujui RUPS Tahunan pada tahun berikutnya. Jadi dividen interim bukan tambahan di atas dividen final, melainkan cicilan dari total dividen tahun itu.
Aspek | Dividen Interim | Dividen Final |
|---|---|---|
Waktu pembagian | Sebelum tahun buku berakhir | Setelah tahun buku berakhir |
Dasar laba | Laba berjalan (belum diaudit penuh) | Laba tahun buku yang sudah diaudit |
Pihak yang memutuskan | Direksi, dengan persetujuan Dewan Komisaris | RUPS Tahunan |
Perlu RUPS? | Tidak | Ya |
Bisa diminta kembali? | Ya, dalam kondisi tertentu (lihat bagian risiko) | Tidak |
Frekuensi | Bisa lebih dari sekali dalam setahun | Umumnya sekali setahun |
Dua baris terakhir adalah perbedaan yang berdampak langsung bagi kamu sebagai investor. Dividen final adalah keputusan final; dividen interim adalah keputusan sementara yang masih menempel pada hasil akhir tahun buku. Untuk gambaran menyeluruh tentang jenis-jenis dividen, baca dividen saham adalah.
Ada empat alasan yang berulang dalam praktik di Bursa Efek Indonesia (BEI):
Laba dan likuiditas sudah terkumpul lebih awal. Emiten dengan arus kas kuat di semester I tidak punya alasan operasional untuk menahan kas menganggur sampai RUPS tahun depan.
Meratakan beban kas. Membayar dua atau tiga kali dalam setahun lebih ringan bagi kas perusahaan dibandingkan satu pembayaran besar sekaligus.
Menjaga hubungan dengan pemegang saham. Pembagian yang lebih sering memberi arus kas yang lebih teratur bagi investor.
Fleksibilitas prosedural. Karena tidak memerlukan RUPS, dividen interim bisa diputuskan sesuai kondisi keuangan terkini tanpa menunggu agenda korporasi tahunan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) adalah contoh mutakhir. Perseroan menyatakan pada RUPS Tahunan 12 Maret 2026 bahwa untuk tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim sebanyak tiga kali dalam setahun, direncanakan per kuartal.
Pasal 72 UU PT mengatur empat syarat kumulatif:
Diatur dalam anggaran dasar. Tanpa klausul ini, perseroan tidak dapat membagikan dividen interim sama sekali.
Kekayaan bersih tidak menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib.
Tidak mengganggu kewajiban kepada kreditor atau mengganggu kegiatan perseroan.
Ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris.
Syarat kedua dan ketiga adalah pagar perlindungan kreditor: perseroan tidak boleh membagi laba sampai struktur permodalannya tergerus di bawah batas hukum.
Catatan istilah: kekayaan bersih adalah total aset dikurangi total kewajiban. Cadangan wajib adalah bagian laba yang menurut UU PT harus disisihkan perseroan hingga mencapai minimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor.
Tidak. Ini pembeda prosedural utamanya. Dividen interim ditetapkan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris, sedangkan dividen final harus melewati RUPS Tahunan.
Namun pengecualian RUPS ini tidak berarti tanpa pengawasan. Anggaran dasar tetap menjadi batas, syarat kekayaan bersih tetap berlaku, dan emiten tercatat wajib mengumumkan rencana serta jadwal pembagiannya melalui keterbukaan informasi di BEI sebelum pelaksanaan.
Setiap pembagian dividen di BEI memakai empat tanggal. Berikut definisinya, dengan contoh jadwal riil dividen interim BBCA kuartal III tahun buku 2026:
Tanggal | Arti | Contoh: BBCA Q3 TB2026 |
|---|---|---|
Cum date | Hari perdagangan terakhir saat pembeli saham masih berhak atas dividen | 28 Agustus 2026 (pasar reguler & negosiasi); 1 September 2026 (pasar tunai) |
Ex date | Hari pertama saat pembeli saham tidak lagi berhak atas dividen | 31 Agustus 2026 (pasar reguler & negosiasi); 2 September 2026 (pasar tunai) |
Recording date | Tanggal pencatatan daftar pemegang saham yang berhak | 1 September 2026 |
Payment date | Tanggal dana dividen dibayarkan | 16 September 2026 |
Ex date jatuh satu hari bursa setelah cum date. Ini konsekuensi dari sistem penyelesaian transaksi T+2 di BEI: saham yang kamu beli baru tercatat atas namamu dua hari bursa kemudian.
Punya rekening efek yang aktif. Kamu memerlukan rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) — rekening bank atas namamu yang dipakai khusus untuk transaksi saham.
Beli saham selambat-lambatnya pada cum date. Membeli pada ex date atau setelahnya tidak memberikan hak atas dividen periode tersebut. Penjelasan lengkap mekanismenya ada di cum date dan ex date dividen.
Pegang saham sampai cum date berakhir. Tidak ada syarat lama kepemilikan; yang dicatat adalah posisi kepemilikanmu pada recording date.
Tunggu payment date. Dana masuk ke RDN, bukan ke rekening bank biasa.
Membeli tepat sebelum cum date semata untuk menangkap dividen bukan strategi tanpa konsekuensi: harga saham secara teknis biasanya menyesuaikan turun pada ex date sebesar nilai dividen yang dibagikan. Pertimbangkan hal ini sebagai bagian dari analisis, bukan sebagai peluang otomatis.
Perlakuan pajaknya sama dengan dividen final. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2021 dan PMK No. 18/PMK.03/2021, dividen yang diterima Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri dari emiten dalam negeri dikecualikan dari objek Pajak Penghasilan (PPh) sepanjang:
diinvestasikan kembali di wilayah Indonesia dalam bentuk yang diperbolehkan, dan
ditahan minimal tiga tahun (masa lock-up), dan
dilaporkan sesuai ketentuan — sejak 2026 pelaporan dilakukan melalui sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak.
Jika syarat tersebut tidak dipenuhi, atas dividen terutang PPh final sebesar 10% dari nilai bruto dividen (Direktorat Jenderal Pajak, pajak.go.id).
Ketentuan perpajakan dapat berubah. Periksa aturan terbaru di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak sebelum mengambil keputusan pelaporan, atau konsultasikan dengan konsultan pajak.
Beberapa pembagian dividen interim di BEI sepanjang periode 18 Desember 2025 – 19 Agustus 2026:
Emiten | Nilai | Waktu pembayaran | Sumber |
|---|---|---|---|
BBCA (Bank Central Asia) | Rp25/saham, total Rp3,07 triliun (kuartal III TB2026) | 16 September 2026 | ANTARA & CNBC Indonesia, 19–20 Agustus 2026 |
BBCA (Bank Central Asia) | Rp20/saham (termin I TB2026) | 26 Juni 2026 | Kompas, 7 Juni 2026 |
BBRI (Bank Rakyat Indonesia) | Rp137/saham, setara Rp20,63 triliun (TB2025) | 15 Januari 2026 | Kontan, Januari 2026 — lihat juga dividen BBRI 2026 |
BMRI (Bank Mandiri) | Rp100/saham, setara Rp9,32 triliun (TB2025) | 14 Januari 2026 | Kontan, Januari 2026 |
ADRO (Alamtri Resources Indonesia) | US$250 juta (TB2025) | 15 Januari 2026 | Kompas, 18 Desember 2025 |
Periode data: 18 Desember 2025 – 19 Agustus 2026. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Daftar di atas adalah contoh faktual pembagian dividen yang telah diumumkan, bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham mana pun.
Empat hal yang perlu kamu perhitungkan:
Dividen interim bisa diminta kembali. Pasal 72 ayat (5) UU PT menyatakan bahwa apabila setelah tahun buku berakhir perseroan mengalami kerugian, dividen interim yang telah dibagikan wajib dikembalikan oleh pemegang saham kepada perseroan. Ini risiko yang tidak melekat pada dividen final.
Dasarnya laba berjalan, bukan laba yang telah diaudit penuh. Angka semester berjalan dapat berubah setelah audit tahunan.
Bukan komitmen berulang. Kebijakan dividen interim dapat dihentikan atau nilainya diubah sewaktu-waktu sesuai kondisi keuangan emiten.
Bukan tambahan. Karena diperhitungkan ke dalam dividen final, total dividen setahun tidak otomatis lebih besar hanya karena dibagikan lebih sering.
Di sisi lain, dividen interim memberi arus kas yang lebih awal dan lebih teratur, serta dapat menjadi sinyal mengenai posisi likuiditas dan permodalan emiten pada periode berjalan. Kedua sisi ini perlu dinilai bersamaan, bukan salah satunya saja.
Apakah dividen interim otomatis diterima semua pemegang saham? Ya, sepanjang kamu tercatat memegang saham tersebut sampai cum date berakhir dan tercatat pada recording date.
Berapa kali emiten boleh membagikan dividen interim dalam setahun? UU PT tidak membatasi jumlahnya, sepanjang setiap pembagian memenuhi syarat Pasal 72. BBCA, misalnya, merencanakan tiga kali pembagian pada tahun buku 2026 (ANTARA, 19 Agustus 2026).
Apakah dividen interim mengurangi dividen final? Ya. Seluruh dividen interim tahun buku berjalan diperhitungkan sebagai bagian dari dividen final tahun buku yang sama.
Apa yang terjadi jika saya menjual saham setelah cum date tetapi sebelum payment date? Kamu tetap berhak atas dividen tersebut, karena hak ditentukan oleh posisi kepemilikan pada cum date dan recording date, bukan pada payment date.
Apakah dividen interim hanya dibagikan emiten besar? Tidak. Syaratnya bersifat hukum dan keuangan, bukan ukuran perusahaan. Emiten berkapitalisasi kecil juga dapat membagikannya sepanjang anggaran dasar dan syarat Pasal 72 terpenuhi.
Di mana saya bisa melihat pengumuman dividen interim? Melalui keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (idx.co.id) dan situs web masing-masing emiten.
Dividen interim adalah pembagian laba sebelum tahun buku berakhir, diputuskan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris berdasarkan Pasal 72 UU No. 40 Tahun 2007, dan diperhitungkan sebagai bagian dari dividen final tahun buku yang sama. Emiten membagikannya di tengah tahun ketika laba dan likuiditas sudah terkumpul, untuk meratakan beban kas, dan karena prosedurnya tidak menunggu RUPS.
Bagi kamu sebagai investor, tiga hal yang menentukan: beli selambat-lambatnya pada cum date, pahami perlakuan PPh-nya, dan ingat bahwa dividen interim dapat wajib dikembalikan jika perseroan merugi di akhir tahun buku.
Ingin memahami mekanisme dividen lebih lanjut sebelum mengambil keputusan? Pelajari cara kerja dividen saham di Pluang Akademi. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko fluktuasi harga dan risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Periode data: 18 Desember 2025 – 19 Agustus 2026.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


