
Ada satu hal yang membuat kenaikan Bitcoin kali ini menarik: BTC tidak bergerak sendirian karena sentimen crypto, tetapi ikut merespons perubahan besar di pasar obligasi, dolar AS, dan arus dana institusional. Setelah berada di kisaran rendah US$60.000 pada pertengahan Agustus, Bitcoin merebut kembali US$70.000 pada 19–20 Agustus dan melanjutkan reli ke sekitar US$75.000 pada 21 Agustus 2026.
Harga tersebut dapat berubah setiap detik karena pasar crypto berjalan 24 jam sehari. Karena itu, US$75.000 sebaiknya dibaca sebagai kisaran pasar saat artikel diperbarui, bukan harga tetap. Yang lebih penting adalah memahami mengapa reli berlanjut, apakah faktor pendukungnya bisa bertahan, dan bagaimana investor menyikapinya tanpa terjebak FOMO.
Jawaban singkatnya: reli didorong kombinasi penurunan imbal hasil obligasi AS dan dolar, pengumuman pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh U.S. Treasury, arus masuk ETF Bitcoin Spot, serta akselerasi teknikal ketika BTC melewati resistance US$70.000. Kenaikan menuju US$75.000 menunjukkan adanya follow-through, tetapi belum menjamin tren naik baru akan bertahan.
Bitcoin kembali berada di atas US$70.000 untuk pertama kalinya sejak Juni 2026, lalu memperpanjang kenaikan hingga sekitar US$75.000 pada 21 Agustus. Dibanding puncak sepanjang masa sekitar US$125.251 pada Oktober 2025, harga tersebut masih jauh lebih rendah. Artinya, reli ini merupakan pemulihan penting, tetapi belum menghapus koreksi besar dari ATH.
Konteks ini membantu menghindari dua kesimpulan ekstrem:
Harga live perlu diperiksa kembali melalui aplikasi atau halaman pasar sebelum artikel dipublikasikan. Untuk konteks koreksi sebelumnya, kamu juga dapat membaca analisis penyebab Bitcoin turun pada 2026.
Tidak ada satu berita tunggal yang sepenuhnya menjelaskan pergerakan BTC. Reli terbentuk ketika beberapa katalis muncul dalam waktu berdekatan.
Pada 19 Agustus 2026, U.S. Department of the Treasury mengumumkan bahwa ukuran operasi pembelian kembali untuk obligasi nominal jangka panjang akan dinaikkan setidaknya dua kali lipat. Batas maksimum untuk sektor jatuh tempo 10–20 tahun dan 20–30 tahun naik dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi, efektif mulai 9 September 2026.
Buyback tersebut ditujukan untuk mendukung likuiditas pasar obligasi, bukan untuk membeli Bitcoin. Namun, dampaknya merambat ke berbagai kelas aset. Menurut laporan Reuters, imbal hasil obligasi jangka panjang dan dolar AS turun setelah pengumuman tersebut, sementara saham AS, emas, dan Bitcoin naik tajam.
Mengapa ini relevan bagi BTC? Ketika yield dan dolar melemah, biaya peluang memegang aset tanpa bunga seperti Bitcoin dapat berkurang. Kondisi finansial yang terasa lebih longgar juga sering meningkatkan minat pada aset berisiko. Hubungan ini tidak selalu konsisten dari hari ke hari, tetapi pada 19 Agustus respons pasar terjadi cukup serempak.
Katalis kedua datang dari permintaan institusional. Data Farside Investors menunjukkan ETF Bitcoin Spot AS mencatat arus masuk bersih:
| Tanggal | Arus bersih ETF Bitcoin Spot AS |
|---|---|
| 17 Agustus 2026 | +US$297,5 juta |
| 18 Agustus 2026 | +US$189,3 juta |
| 19 Agustus 2026 | +US$517,2 juta |
| Total tiga sesi | +US$1,004 miliar |
Arus masuk ETF menciptakan permintaan terhadap eksposur Bitcoin melalui produk pasar modal. Ketika arus tersebut terjadi beberapa hari berturut-turut, pasar dapat membacanya sebagai kembalinya minat institusional.
Namun, data Agustus juga menunjukkan arus yang tidak selalu konsisten. Setelah inflow pada awal bulan, ETF sempat mengalami outflow pada beberapa sesi 10–14 Agustus. Jadi, tiga hari positif merupakan sinyal membaik, tetapi keberlanjutannya masih perlu diuji.
Sebelum reli, BTC telah lama bergerak di bawah area US$70.000. Ketika harga melewati resistance dan posisi jual mulai merugi, sebagian trader yang membuka posisi short dapat dipaksa menutup posisi dengan membeli kembali BTC. Mekanisme ini disebut short squeeze.
Short squeeze tidak selalu menjadi penyebab awal kenaikan. Ia lebih sering berfungsi sebagai akselerator: katalis fundamental mengangkat harga, penembusan teknikal memicu order otomatis dan penutupan posisi short, lalu momentum menarik trader lain masuk.
Karena itu, candle hijau besar tidak otomatis berarti permintaan jangka panjang telah berubah secara permanen. Sebagian pergerakan dapat berasal dari likuidasi dan penyesuaian posisi yang bersifat sementara.
Angka bulat besar mudah menjadi perhatian media dan trader. Ketika Bitcoin kembali menembus US$70.000, posisi short tertekan dan investor yang sebelumnya menunggu dapat merasa takut tertinggal. Kombinasi penutupan short, order momentum, dan permintaan baru membantu harga melanjutkan kenaikan ke area US$75.000.
Masalahnya, keputusan berbasis FOMO sering muncul setelah harga bergerak tajam—bukan sebelum risiko meningkat. Pergerakan dari US$70.000 ke US$75.000 memperkuat momentum jangka pendek, tetapi bahan bakar dari short squeeze dapat habis. Kelanjutan reli membutuhkan permintaan spot baru, bukan hanya likuidasi posisi leverage.
Belum ada jawaban pasti. Data saat ini mendukung tesis pemulihan, tetapi juga menyisakan risiko penolakan harga. Cara paling sehat adalah melihat argumen bullish dan bearish secara bersamaan.
| Faktor | Skenario konstruktif | Risiko yang perlu diwaspadai |
|---|---|---|
| ETF Bitcoin Spot | Inflow berlanjut dan tersebar di banyak produk | Arus kembali negatif seperti pada pertengahan Agustus |
| Obligasi dan dolar AS | Yield tetap lebih rendah dan dolar melemah | Yield kembali naik jika inflasi atau kebijakan Fed lebih hawkish |
| Area US$69.000–US$70.000 | Harga bertahan di atas zona breakout dan menjadikannya support | BTC cepat jatuh kembali sehingga breakout menjadi palsu |
| Area US$75.000–US$80.000 | Permintaan spot menyerap profit-taking dan harga membentuk basis baru | Momentum melemah ketika pembeli baru tidak melanjutkan permintaan |
| Volume pasar spot | Volume menguat bersama kenaikan | Reli terlalu bergantung pada leverage dan likuidasi short |
| Holder jangka pendek | Tekanan jual dapat diserap permintaan baru | Profit-taking meningkat setelah lonjakan tajam |
Analisis pasar yang dipublikasikan Decrypt pada 20 Agustus menempatkan rata-rata pergerakan 200 hari BTC di sekitar US$69.000. Setelah harga bergerak ke US$75.000, zona US$69.000–US$70.000 menjadi referensi penting untuk menilai apakah breakout benar-benar bertahan. Artikel yang sama menyebut US$80.000 sebagai batas teknikal berikutnya yang penting—bukan target pasti atau jaminan harga akan mencapainya.
Decrypt juga mengingatkan bahwa sebagian lonjakan awal dipicu short squeeze. Setelah bahan bakar likuidasi tersebut mereda, kelanjutan harga akan semakin bergantung pada pembelian spot baru. Ini membuat kualitas permintaan lebih penting daripada sekadar besarnya candle hijau.
Di sisi makro, risikonya juga belum hilang. Notulen rapat Federal Reserve Juli menunjukkan semakin banyak pejabat memperhatikan tekanan inflasi. Jika ekspektasi suku bunga kembali hawkish, yield dan dolar dapat pulih—kondisi yang berpotensi menekan aset berisiko.
Kesimpulannya, reli akan terlihat lebih sehat jika BTC membentuk dukungan di atas zona breakout US$69.000–US$70.000, inflow ETF berlanjut, dan kenaikan didukung volume spot. Sebaliknya, penurunan cepat ke bawah US$70.000 disertai outflow ETF akan meningkatkan kemungkinan bahwa reli ini hanya relief rally.
Respons yang tepat bergantung pada posisi awal, horizon waktu, dan toleransi risiko. Tidak ada satu tindakan yang cocok untuk semua investor.
Hindari mengalokasikan seluruh dana sekaligus hanya karena BTC sudah bergerak ke US$75.000. Pertimbangkan pendekatan bertahap seperti dollar-cost averaging (DCA) agar hasil tidak bergantung pada satu harga masuk.
Sebelum membeli, tentukan:
Panduan cara membeli Bitcoin untuk pemula dapat membantu memahami alur, risiko, dan aspek legal sebelum memulai.
Tinjau kembali apakah reli mengubah bobot BTC dalam portofolio. Jika kenaikan membuat alokasi jauh lebih besar dari rencana awal, rebalancing sebagian dapat dipertimbangkan untuk mengembalikan profil risiko—bukan karena yakin harga akan turun, tetapi karena disiplin alokasi.
Jika tujuanmu jangka panjang dan bobot masih sesuai rencana, tidak melakukan apa-apa juga merupakan keputusan. Hindari mengubah strategi hanya karena satu hari volatil.
Trader perlu memperlakukan area US$75.000 sebagai zona dengan volatilitas tinggi dan tetap mengamati US$70.000 sebagai referensi breakout. Tentukan titik invalidasi sebelum membuka posisi, gunakan ukuran posisi kecil, dan jangan menambah leverage hanya karena momentum terlihat kuat.
Risiko utama setelah breakout cepat adalah false breakout: harga melewati resistance, menarik pembeli, lalu turun kembali. Stop-loss bukan jaminan harga eksekusi, terutama ketika likuiditas menipis dan pasar bergerak cepat.
Gunakan jeda keputusan. Tanyakan tiga hal:
Jika jawabannya belum jelas, tidak ada kewajiban untuk langsung masuk. Pasar Bitcoin berjalan 24/7, tetapi rencana investasi tidak harus dibuat dalam beberapa menit.
Daripada menebak harga berikutnya, pantau indikator yang dapat mengonfirmasi atau melemahkan reli.
US$75.000 menunjukkan kelanjutan momentum, tetapi zona US$69.000–US$70.000 tetap menjadi referensi breakout dan berdekatan dengan rata-rata pergerakan 200 hari. Retest yang berhasil biasanya memberikan informasi lebih kuat daripada penembusan intraday.
Satu hari inflow besar bisa dipengaruhi rebalancing. Rangkaian beberapa sesi positif dan partisipasi dari berbagai ETF memberikan sinyal permintaan yang lebih luas.
Reli kali ini bertepatan dengan penurunan yield dan dolar. Jika keduanya berbalik naik tajam, sentimen terhadap aset berisiko dapat berubah.
Kenaikan yang didukung transaksi spot umumnya lebih sehat daripada kenaikan yang terlalu bergantung pada posisi leverage. Lonjakan open interest tanpa permintaan spot yang memadai dapat meningkatkan risiko likuidasi dua arah.
Pantau apakah coin terus berpindah ke exchange setelah reli. Arus masuk exchange dapat menandakan kesiapan menjual, meskipun tidak semua transfer berakhir sebagai transaksi jual.
Mengapa Bitcoin naik ke sekitar US$75.000?
Pemicu utamanya adalah kombinasi pengumuman peningkatan buyback obligasi jangka panjang U.S. Treasury, penurunan yield dan dolar, arus masuk ETF Bitcoin Spot, serta akselerasi teknikal setelah resistance US$70.000 ditembus.
Apakah BTC sudah resmi kembali bull market?
Belum dapat disimpulkan dari satu reli. Konfirmasi yang lebih kuat memerlukan kemampuan bertahan di atas level breakout, permintaan spot yang konsisten, dan dukungan arus ETF.
Apakah sekarang waktu terbaik membeli Bitcoin?
Tidak ada cara memastikan waktu terbaik. Keputusan perlu mengikuti horizon, alokasi, dan toleransi risiko. Pembelian bertahap dapat mengurangi ketergantungan pada satu harga masuk, tetapi tidak menghilangkan risiko rugi.
Apakah Bitcoin bisa turun kembali di bawah US$70.000?
Bisa. Setelah ditembus, US$70.000 menjadi zona support potensial, tetapi breakout tetap dapat gagal. Bitcoin sangat volatil, sehingga koreksi tajam tetap mungkin terjadi meskipun harga sempat mencapai US$75.000.
Apa risiko membeli setelah harga naik tajam?
Risikonya mencakup FOMO, masuk dekat resistance, profit-taking holder jangka pendek, pembalikan kondisi makro, dan likuidasi jika menggunakan leverage.
Apa yang harus dilakukan jika sudah profit?
Bandingkan bobot BTC saat ini dengan target alokasi awal. Rebalancing sebagian dapat dipertimbangkan bila eksposur sudah terlalu besar. Keputusan sebaiknya berbasis rencana, bukan prediksi harga harian.
Di mana bisa memantau harga BTC secara real-time?
Kamu dapat memantau harga, grafik, dan pergerakan Bitcoin melalui aplikasi Pluang. Harga crypto bergerak setiap saat, jadi periksa kembali data live sebelum mengambil keputusan.
Bitcoin mencapai sekitar US$75.000 setelah beberapa katalis bekerja bersamaan: U.S. Treasury memperbesar operasi buyback obligasi jangka panjang, yield dan dolar turun, ETF Bitcoin Spot mencatat sekitar US$1 miliar inflow dalam tiga sesi, dan breakout US$70.000 mempercepat momentum.
Namun, reli besar bukan jaminan tren naik baru. Zona US$69.000–US$70.000 kini menjadi ujian support, arus ETF sebelumnya sempat berubah negatif, tekanan profit-taking dapat meningkat, dan arah suku bunga AS tetap menjadi risiko. US$80.000 merupakan batas teknikal berikutnya yang diperhatikan pasar, bukan proyeksi pasti.
Untuk investor, fokus utama bukan menebak candle berikutnya. Tentukan alokasi, gunakan dana yang siap menanggung volatilitas, pertimbangkan pembelian bertahap, dan hindari leverage berlebihan. Kamu dapat memantau Bitcoin serta mempelajari akses investasinya melalui produk Crypto Pluang, yang disediakan melalui entitas berizin dan diawasi OJK.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan informatif, bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan Bitcoin. Harga dan data pasar berlaku saat artikel ditulis serta dapat berubah sewaktu-waktu. Aset crypto memiliki volatilitas tinggi dan berisiko menyebabkan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan. Pastikan keputusan sesuai tujuan, kondisi keuangan, dan profil risikomu. Produk aset keuangan digital disediakan oleh PT Bumi Santosa Cemerlang yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


