Berita & Analisis
Top 5 Aplikasi Saham Terbaik di Indonesia










Sejalan dengan optimisme tersebut, Goldman Sachs baru-baru ini merilis proyeksi yang menggembirakan bagi pasar ekuitas. S&P 500 diprediksi akan melanjutkan reli positifnya dengan target kenaikan sekitar 12% di tahun 2026. Meski pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Goldman meyakini bahwa pertumbuhan laba per saham (EPS) yang solid dan kebijakan moneter yang lebih longgar akan menjadi bahan bakar utama bagi indeks saham Amerika Serikat untuk mencetak rekor-rekor baru, memperluas cakupan keuntungan melampaui sektor teknologi saja.
Salah satu mesin utama yang menggerakkan kepercayaan pasar ini adalah komitmen belanja infrastruktur Artificial Intelligence (AI) yang luar biasa besar. Goldman Sachs memperkirakan pengeluaran modal (capex) untuk AI akan menembus angka $527 miliar pada tahun 2026. Meskipun suara-suara sumbang mengenai adanya "bubble" atau gelembung AI semakin kencang terdengar, perusahaan-perusahaan raksasa (hyperscalers) justru menunjukkan keyakinan sebaliknya. Mereka terus menggelontorkan dana ratusan triliun untuk membangun pusat data dan infrastruktur komputasi, percaya bahwa fase monetisasi AI akan segera tiba dan mengubah struktur efisiensi bisnis secara fundamental.
Keyakinan korporasi ini mengirimkan sinyal kuat bagi investor: bahwa transformasi digital bukanlah tren sesaat, melainkan fondasi baru ekonomi masa depan. Bagi investor ritel maupun institusi, fenomena ini mempertegas bahwa investasi di pasar saham tetap menjadi pilihan instrumen yang sangat menarik. Melalui kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki fundamental kuat, investor tidak hanya berpeluang meraup keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain), tetapi juga menikmati aliran pendapatan pasif melalui dividend yield yang stabil di tengah kondisi ekonomi yang tumbuh.
Kesimpulannya, perpaduan antara transisi kepemimpinan di Federal Reserve yang lebih pro-pertumbuhan dan revolusi AI yang sedang di puncak belanja modal menciptakan momentum yang jarang terjadi. Investasi saham bukan sekadar spekulasi terhadap tren, melainkan langkah strategis untuk ikut memiliki bagian dari kemajuan teknologi global. Dengan strategi yang tepat, potensi keuntungan jangka panjang dari capital gain dan dividen akan menjadi imbal hasil yang sepadan bagi mereka yang berani melangkah di tengah optimisme pasar saat ini.
Respon yang tepat atas semua sentimen ini? Pendekatan investasi yang lincah, adaptif, pro-inovasi, namun tanpa kompromi pada manajemen risiko. Pada fase re-rating ini, eksekusi lebih penting daripada wacana. Investor butuh platform yang cepat, aman, hemat biaya, kaya fitur, dan memberikan akses terhadap sektor unggulan dunia, yang saat ini sebagian besar hanya berada pada pasar saham Amerika Serikat. Dengan kriteria itu, berikut 5 aplikasi saham terbaik, mulai dari Pluang hingga pemain global lengkap dengan fitur unggulan dan catatan risikonya. Catatan: Alangkah baiknya jika kalian dapat menemukan aplikasi yang memberikan akses terhadap aset crypto dan sektor unggulan dunia (AI) secara bersamaan dalam satu aplikasi.
Pluang kian memantapkan posisinya sebagai salah satu aplikasi saham di Indonesia. Pluang menawarkan ekosistem multi-aset yang luas dan telah digunakan lebih dari 12 juta pengguna, aplikasi ini menawarkan pengalaman investasi digital yang aman, berizin dan diawasi Bappebti dan OJK.
Lewat satu aplikasi, pengguna dapat mengakses 2.000+ produk investasi, mulai dari crypto, saham Amerika, ETF Amerika, emas & silver, reksa dana, saham Indonesia (segera) hingga derivative produk seperti crypto perps dan options saham AS, dengan struktur biaya yang kompetitif.
Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Meski berada dalam pengawasan regulator, produk saham & ETF AS dan Options Saham AS tetap memiliki risiko dimana harga dapat berfluktuasi, sehingga nilai options bisa menyusut saat jatuh tempo, dan penggunaan leverage meningkatkan eksposur risiko.
Growin’ adalah platform investasi dari Mandiri Sekuritas yang mendukung transaksi saham Indonesia, serta akses ke reksa dana dan obligasi dalam satu ekosistem digital.
Platform ini sangat cocok untuk investor ritel yang menginginkan pengalaman trading cepat dan informatif—mulai dari data pasar real-time dan riset di aplikasi, tampilan Pro View untuk trader aktif, hingga akses via Livin’ by Mandiri untuk kemudahan setoran/penarikan.
Catatan Risiko
Investasi saham memiliki risiko pasar (harga dapat berfluktuasi). Penggunaan fasilitas marjin Trade Now, Pay Later menimbulkan kewajiban pembiayaan dan tunduk pada syarat & ketentuan—nasabah perlu memahami ketentuan serta profil risikonya sebelum menggunakan fasilitas tersebut.
IPOT adalah platform investasi yang menghadirkan perdagangan saham dan instrumen pasar modal lewat web dan aplikasi seluler.
Platform ini cocok untuk investor maupun trader yang menginginkan ekosistem dari grafik real-time dan kalender aksi korporasi.
Catatan Risiko
Meskipun PT Indo Premier Sekuritas berizin dan diawasi regulator, pengguna tetap perlu memahami risiko pasar (fluktuasi harga saham/ETF dan risiko suku bunga obligasi), serta meninjau biaya transaksi dan kewajiban pajak yang berlaku sebelum bertransaksi.
Robinhood adalah platform investasi multi-aset yang menawarkan akses Saham & ETF AS dengan fractional shares.
Platform ini cocok bagi investor yang menginginkan akses ke pasar AS, fitur extended-hours/24-Hour Market, serta pengalaman web & mobile yang ringkas.
Catatan Risiko
Robinhood belum memiliki izin resmi dari OJK maupun Bappebti di Indonesia. Penggunaan platform ini biasanya memerlukan alat bantu seperti DNS Private atau VPN karena aksesnya sering diblokir oleh pemerintah. Meskipun Robinhood diatur di berbagai yurisdiksi, Robinhood belum memiliki izin dari OJK. Artinya, pengguna Indonesia berpotensi menghadapi kendala hukum dan pajak serta ketiadaan perlindungan konsumen saat bertransaksi di platform ini.
Interactive Brokers (IBKR) adalah platform trading global yang menyediakan akses ke berbagai produk investasi seperti saham, obligasi, opsi, futures, forex, serta crypto. Platform ini diawasi oleh sejumlah regulator internasional papan atas (seperti SEC dan FCA), namun hingga kini belum berada di bawah pengawasan OJK untuk layanan di Indonesia.
Fitur & Keunggulan
Platform ini cocok bagi investor yang mencari ekosistem trading yang sangat komprehensif, efisiensi biaya tinggi, dan akses instrumen investasi internasional yang tak terbatas.
Interactive Brokers belum memiliki izin resmi dari OJK maupun Bappebti di Indonesia. Penggunaan platform ini memerlukan alat bantu akses seperti DNS Private atau VPN karena adanya pemblokiran oleh Internet Positif. Selain itu, transaksi di platform ini berpotensi menimbulkan persoalan pelaporan pajak mandiri serta perlindungan konsumen di Indonesia
Bagi pemula, berikut langkah paling praktis untuk memulai trading crypto:
Memilih aplikasi beli saham terbaik di tahun 2026 bukan lagi sekadar mencari yang termurah, melainkan mencari yang paling komprehensif dalam mendukung strategi trading yang kompleks. Pluang adalah pilihan tepat karena selain sebagai market leader, juga menawarkan keseimbangan antara kepatuhan regulasi dan fitur high-end.
Dengan fitur Pro Mode, leverage tinggi, akses 2.000+ aset, dan integrasi kecerdasan buatan Aura AI, platform ini dirancang khusus bagi mereka yang menganggap perdagangan bukan sekadar hobi, melainkan bisnis yang membutuhkan presisi, kecepatan, dan keamanan maksimal.


