
Saham Under Armour anjlok setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartal keempat fiskal yang lebih besar dari perkiraan dan prospek laba yang di bawah ekspektasi pasar. Pendapatan terdampak negatif oleh kenaikan biaya, terutama dari tarif yang meningkat dan inflasi harga produk. Selain itu, perusahaan menghadapi biaya lebih tinggi terkait rencana restrukturisasi dua tahunnya. Kombinasi faktor ini menekan profitabilitas dan kepercayaan investor terhadap Under Armour.