
McCormick melaporkan kenaikan penjualan bersih 16,7% pada kuartal kedua, terutama didorong oleh akuisisi dan efek nilai tukar, sementara pertumbuhan organik tetap lemah. Margin kotor perusahaan meningkat 270 basis poin menjadi 40,2%, didukung oleh akuisisi, strategi harga, campuran produk, dan penghematan biaya dari program CCI. Meski ada perbaikan operasional dan dividen yang sehat, prospek pertumbuhan jangka panjang McCormick terbatas, dengan saham yang kurang performa dan belum ada tanda-tanda pemulihan yang jelas. Investor tetap waspada, mengamati potensi merger dengan Unilever sebagai katalis masa depan.