Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

CLSA Feng Shui Index 2020: Saham yang Cuan pada Tahun Unsur Tikus Logam
shareIcon

CLSA Feng Shui Index 2020: Saham yang Cuan pada Tahun Unsur Tikus Logam

22 Jan 2020, 8:40 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
CLSA Feng Shui Index 2020: Saham yang Cuan pada Tahun Unsur Tikus Logam

Menurut kalender Tionghoa, tahun ini adalah tahun tikus logam. Bagaimana unsur dalam shio Tionghoa ini pengaruhi saham paling untung hari ini atau saham terbaik hari ini?

Berdasarkan CLSA Feng Shui Index 2020, kinerja portofolio investor akan optimal bila elemen yang terkandung dalam portofolio tersebut seimbang dengan elemen yang berkaitan dengan elemen tahun ini.

Tapi, apakah mungkin unsur dalam shio mempengaruhi peruntungan investor dalam membidik saham incarannya?

Saham terbaik hari ini berdasarkan elemen kuat di tahun ini

 

Bagaimanapun, tidak ada salahnya untuk menambah wawasan seputar investasi dari berbagai perspektif, kan? Yuk, kita “buka wawasan” seputar saham terbaik hari ini atau saham paling cuan untuk hari ini dilihat dari sisi elemen yang akan kuat tahun ini!

Pakar feng shui prediksikan kombinasi unsur tanah akan dominasi tahun ini. Tanah adalah unsur yang paling kuat lantaran unsur ini menghasilkan logam.

Berdasarkan kekuatan unsur ini, feng shui CLSA melihat sektor properti dan tambang sebagai sektor paling prospektif di tahun tikus logam.

Baca juga: Mencari Meriah Pesta Barongsai, Ini 9 Kota dengan Perayaan Imlek yang Semarak

Properti dan tambang diprediksi sebagai sektor saham paling untung hari ini

Terkait peruntungan unsur tanah ini, pakar feng shui Suhu Yo menyebutkan bahwa sektor properti pada tahun ini diperkirakan akan prospektif.

Menurutnya, properti dengan segmen menengah ke bawah akan hidup, sementara properti mewah dan segmen kelas menengah ke atas justru akan lesu.

“Sekarang ini, harga tanah Rp25 juta per meter persegi juga untuk jual ya susah, enggak ada yang mau beli,” ujar Suhu Yo.

Bisnis terkait unsur logam juga bisa dikoleksi di portofolio sebagai saham paling untung hari ini. Saham-saham sektor keuangan, terutama sektor perbankan, menarik untuk dikoleksi.

Saham dengan unsur logam ini sebaiknya dihindari pada Oktober dan November ketika unsur api menguat. Ini karena unsur api melemahkan unsur logam.

Perkiraan ini dikuatkan oleh Head of Equity Capital Market Harry Su yang menyatakan bahwa bisnis sektor keuangan tahun ini akan masih menantang. “Terutama di tengah maraknya kasus kecurangan atau saham gorengan,” ujarnya.

Baca juga: Tahun 2020 Ini Tahunnya Tikus Unsur Logam, Intip Yuk Rejeki Shio-mu di Sini!

Sektor dengan elemen kayu dan logam juga tergolong saham terbaik hari ini

Perusahaan dengan elemen kayu juga dapat dipertimbangkan sebagai portofolio investasi tahun ini. Elemen ini merupakan lawan dari elemen logam.

Hanya saja, menurut fengshui CLSA, unsur kayu tahun ini bersifat yang dan bukan yin. Karenanya, investor masih dapat mencari cuan.

Pada bulan Maret dan di musim panas, yakni sekitar Agustus dan September, bisnis kesehatan dan barang konsumsi akan miliki prospek cerah.

Sementara itu, sektor api akan jadi kurang oke pada 2020 ini. Kendati, sejumlah sektor yang miliki unsur api ini masih akan memperoleh cuan, asalkan investor membelinya di waktu yang tepat.

Adapun CLSA Feng Shui Index 2020 ini sebutkan saham telekomunikasi, teknologi, dan utilisasi dengan unsur api masih akan menarik dikoleksi.

Waktu terbaik untuk koleksi saham sektor bisnis telekomunikasi ini diperkirakan pada Oktober atau November. Selain itu, Suhu Yo, sebutkan untuk hindari angka 20 karena angka 20 merupakan angka kematian. “Baik itu kematian manusia atau kematian bisnis,” tandasnya.

Sumber: Kontan

Simak juga:

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1