Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Bos perusahaan telekomunikasi raksasa Tiongkok Huawei, Guo Ping, mengatakan teknologi 5G akan menjadi “the new electricity” alias “gelombang listrik baru” bila dikombinasikan dengan teknologi baru lainnya seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data.

Guo menambahkan bahwa 5G “mewakili peluang emas bagi industri teknologi dan khususnya bagi pengembang teknologi”. Ia mengklaim akan menciptakan “peluang yang tidak terhitung banyaknya bagi para pengusaha.”

Teknologi 5G Huawei akan memberi peluang bagi berbagai lini industri di masa mendatang dan menjadi alternatif yang lebih murah bagi teknologi jenis ini.

Sementara itu, karena persaingan antara AS-Tiongkok, Huawei memang terus menghadapi pengawasan ketat lantaran persaingannya dengan perusahaan-perusahaan teknologi AS terkait peralatan jaringan teknologi 5G mereka.

Pada Mei tahun ini, pemerintah Trump menempatkan Huawei pada apa yang disebut “Entity List”, pemasukan dalam daftar ini membatasi kemampuan Huawei untuk melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika.

Pelarangan ini mencegah perusahaan Huawei membeli suku cadang dan komponen dari perusahaan Amerika tanpa persetujuan pemerintah AS.

Apa itu teknologi 5G dan siapa saja pemainnya?

teknologi 5g

5G adalah jaringan seluler generasi kelima. Peran teknologi ini akan lebih besar daripada generasi sebelumnya. Fungsi jaringan seluler baru ini tidak hanya untuk menghubungkan orang, tapi juga menghubungkan dan mengendalikan mesin, objek, dan berbagai perangkat.

Hal ini akan membantu kinerja dan efisiensi dalam pemberdayaan berbagai hal di masa depan dalam menyambut industri baru. Teknologi 5G akan memberikan kecepatan puncak multi-Gbps, dengan kapasitas besar dan pengalaman penggunaan teknologi yang lebih beragam.

Teknologi 5G semestinya akan tersedia pada 2019. Melalui studi tentang ekonomi pendukung 5G ini, efek 5G konon secara penuh akan terwujud pada 2035 di seluruh dunia. Ini karena teknologi ini akan mendukung berbagai lini industri dan berpotensi menghasilkan barang dan jasa yang bernilai hingga 12 triliun USD.

Rantai nilai 5G (OEM, operator, pembuat konten, pengembang aplikasi, dan konsumen) akan menghasilkan hingga 3,5 triliun USD pendapatan agregat keseluruhan pada 2035. Teknologi ini juga akan mendukung 22 juta jenis pekerjaan.

Baca juga: Wah! Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan

5G Huawei dalam “Perang Dingin Teknologi”

Guo telah bekerja di Huawei selama lebih dari tiga puluh tahun. Ia bergabung dengan perusahaan itu ketika berusia 22 tahun. Guo bicara di Web Summit di Lisbon, Portugal pada hari Senin.

Ia menggambarkan perbandingan panjang antara 5G Huawei dengan pemanfaatan listrik untuk kesejahteraan manusia di masa mendatang.

Aplikasi AI untuk berbagai industri masih dalam masa pertumbuhan, “Saya percaya bahwa di masa depan, 5G plus X akan menciptakan banyak kemungkinan bagi para pengusaha,” ujar Guo.

Ia bilang, 5G plus X akan menciptakan era baru yang cerdas. X ini dapat berupa AI, big data, atau VR/AR. Seperti yang kita semua tahu, penyebaran teknologi 5G baru saja dimulai.

Huawei, raksasa di antar perusahaan teknologi Tiongkok, memegang sebanyak 29% pangsa pasar di industri peralatan telekomunikasi ini. Ini menjadikan Huawei terdepan dalam internet nirkabel 5G yang sangat cepat.

“Teknologi 3G dan 4G memecahkan persoalan keterhubungan orang-orang,” kata Guo, “Sementara 5G dan AI mewakili titik kritis untuk teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi ini akan lebih lanjut diterapkan di semua industri. Ini membuat teknologi informasi dan komunikasi ini akan jadi pendukung utama untuk pengembangan segala lini industri.”

Optimisme Guo ini meski dibarengi tekanan dari AS sebagai bagian “Perang Dingin Teknologi” atau “Tech Cold War” lantaran Tiongkok dan AS bersaing untuk supremasi teknologi, tetap menunjukkan bahwa Guo percaya pada kemampuan 5G Huawei.

Juru bicara Huawei mengatakan bahwa langkah pembatasan AS atas teknologi 5G Huawei “hanya akan membatasi AS untuk memperoleh alternatif yang lebih murah, dan menjadikan AS tertinggal.”

Kalimat ini menyiratkan teknologi 5G Huawei sangat percaya diri di tengah persaingan ini, ya? Yuk, kita amati bagaimana perkembangan teknologi 5G ke depan.

Sumber: Business Insider, Qualcomm

Simak juga:

Ketahuan ‘Pacaran’ Sama Karyawan, CEO McDonald’s Steve Easterbrook Dipecat

Demi Nawacita, Jokowi Kembangkan Tol Laut untuk Pengembangan Daerah Terpencil

Pengin Jalan-jalan ke Luar Negeri? Ini Caranya Bikin Paspor Online

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here