Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Bagaimana Mata Uang Mempengaruhi Investasi Internasional?
shareIcon

Bagaimana Mata Uang Mempengaruhi Investasi Internasional?

26 Aug 2020, 2:44 PM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Bagaimana Mata Uang Mempengaruhi Investasi Internasional?

Investasi internasional berbeda dengan investasi di pasar negara bersangkutan dalam banyak aspek. Nilai tukar mata uang tentu menjadi salah satu faktornya, karena terpengaruh dampak fluktuasi mata uang.

Ketika seorang investor AS membeli saham perusahaan AS atau Investor Jepang membeli saham di Tokyo, variabel kuncinya adalah perubahan dalam harga saham. Jika harga saham naik 10%, nilai investasinya naik 10%.

nilai tukar mata uang

Hal semacam itu belum tentu terjadi pada pasar dan investasi internasional. Untuk memahami alasannya, kita mesti melihat bagaimana nilai tukar mata uang bekerja. Ini tentu mengabaikan dividen, komisi broker, atau biaya transaksi lainnya.

Dalam berinvestasi di level internasional, kamu mesti mempertimbangkan bukan hanya imbal hasil yang akan diperoleh pada investasimu, tapi juga nilai tukar mata uang.

Dengan memperhatikan juga pergerakan nilai tukar mata uang dari saham perusahaan yang kamu bidik, maka kamu setidaknya memastikan imbal hasilmu akan kembali dengan nilai yang kamu harapkan.

Baca juga: Trump Tunda Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok hingga November 2020, Rupiah Menguat

Contoh risiko nilai tukar mata uang

investasi internasional

Katakanlah, jika kamu tertarik untuk berinvestasi di perusahaan mainan anak Jepang. Menurut analisis datamu, perusahaan ini memiliki alat elektronik baru yang kemungkinan besar akan menjadi mainan bagi anak-anak yang harus dimiliki di musim liburan mendatang.

Saham perusahaan permainan anak tersebut diperdagangkan 5.000 yen dan nilai tukar mata uang saat ini adalah 100 yen per dolar.

Untuk mengetahui berapa nilai sebuah saham dalam dolar AS, kita cukup membagi harga dalam mata uang lokal (5.000 yen) dengan nilai tukar mata uang (100 yen). Oleh karena itu, satu bagian saham seharga USD 50.

Kamu menelepon broker dan memesan 100 saham, total investasi USD 5.000.

Lantas, mari kita fastforward ke enam bulan mendatang. Berita bagus: risetmu soal perusahaan tersebut benar. Perusahaan mainan anak ini sukses besar saat Natal. Karenanya, sahamnya naik 20% menjadi 6.000 yen.

Tentunya kamu membayangkan bahwa kamu memperoleh USD 1.000 keuntungan pengembalian investasi, bukan? Akan tetapi, ketika kamu membuka laporan rekening pialangmu berikutnya, ternyata angka masih bertahan di USD 5.000.

Ini terjadi karena sementara saham perusahaan mainan anak tersebut naik 20%, nilai yen Jepang juga berubah selama enam bulan tersebut.

Pada saat brokermu menjual saham yang kamu investasikan, nilai tukar yang berlaku adalah 120 yen per dolar. Bagilah 6.000 yen tersebut dengan 120 yen per dolar, dan kamu akan mendapatkan tepat di nilai awal USD 50.

Untuk investor Jepang, tentu berinvestasi di perusahaan Jepang tersebut akan bagus karena mereka tidak perlu mengubah yen mereka kembali menjadi dolar. Namun, jika kamu ingin pengembalian hasil investasi kembali dalam bentuk dolar, maka investasi tersebut adalah investasi yang buruk.

Baca juga: Sebentar Lagi, Bank Sentral Dunia Berencana Terbitkan Mata Uang Digital

Bagaimana mata uang mempengaruhi portofolio investasi

Efek nilai tukar mata uang juga berkaitan dengan bagaimana kamu menyusun portofoliomu. Jika kita mendefinisikan diversifikasi sebagai korelasi yang berkurang antaraset, berinvestasi dalam mata uang selain dolar AS akan meningkatkan diversifikasi portofolio.

Manfaat diversifikasi dengan eksposur nilai tukar mata uang asing tidak selalu mengarah pada risiko investasi yang lebih tinggi. Tips untuk investor internasional adalah bahwa saat membeli saham asing, sebenarnya kamu membuat dua keputusan investasi.

Skenario yang ideal bagi investasimu adalah jika prediksimu tepat dalam dua aspek. Yaitu, ketika harga saham naik dan kamu mendapatkan keuntungan ekstra dari penguatan mata uang.

Kasus dengan skenario terburuk adalah jika saham turun, dan mata uang negara dari perusahaan di mana kamu berinvestasi kehilangan nilai relatif terhadap dolar.

Dalam banyak kasus, hasilnya tentu akan beragam, tetapi apa pun yang terjadi, kamu tidak dapat mengabaikan begitu saja efek mata uang dalam berinvestasi.

Kamu mungkin bisa saja lebih memilih untuk mengambil risiko nilai tukar mata uang ini demi keuntungan diversifikasi.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: The Balance

Simak juga:

Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Wah! Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan!

Jualan Drone, Frank Wang Berhasil Raup Keuntungan Hingga Rp27 Triliun

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1