Wah! Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan!

Saat ini, tingkat pengangguran di Indonesia sekitar 5,01 persen, atau sekitar 6,8 juta orang. Selama empat tahun terakhir, pengangguran pedesaan menurun lebih cepat daripada pengangguran perkotaan yang disebabkan oleh ketatnya persaingan pekerjaan di perkotaan.

Indonesia memang mengalami proses urbanisasi yang cepat. Lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia tinggal di kota, persaingan semakin ketat, dan justru menjadikan manusia urban lebih banyak menganggur daripada yang di pedesaan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2019 turun dibandingkan Februari 2018 yang sekitar 5,13 persen.

Dari sektornya, sektor perdagangan terlihat menyerap banyak tenaga kerja. Sebanyak 920 orang bekerja di sektor ini.

Lantas, bagaimana nasib pengangguran di Indonesia pada masa mendatang ketika banyak pekerjaan akan diprediksi hilang di masa depan?

pengangguran di indonesia

Sejak adanya mesin dan teknologi komputer, banyak kerja manusia yang telah digantikan oleh mesin, apalagi bila kelak artificial intelligence (AI) dapat berkembang baik. Peningkatan algoritma dan pembelajaran mesin pada tingkat kecepatan kilat akan menjadi tantangan bagi kerja-kerja fisik manusia.

Fase-fase perkembangan AI 

Empat fase perkembangan teknologi menuju AI ini di antaranya: fase genesis AI (1950-1983), fase kebangkitan AI (1983-2010), fase AI terkini (2010-2018), dan fase AI di masa depan (2018-2035).

Fase genesis AI menandai terbentuknya pola dasar algoritma pembelajaran komputer. Pada fase kebangkitan AI, peneliti menyadari banyak solusi untuk meningkatkan AI seperti dengan game theory, stochastic modeling, classical numerical methods, operations research, dan optimisasi.

Fase berikutnya adalah fase keberadaan AI saat ini, di mana sistem-sistem AI sebagian besar telah berusaha untuk menandingi kemampuan manusia. Pertumbuhan AI dengan kualitas hiper ini lebih baik daripada manusia dalam beberapa segi.

Pemanfaatannya diterapkan pada berbagai bidang, dari permainan, perawatan kesehatan, computer vision & object recognition, speech to text conversion, speaker recognition, hingga kehadiran robot-robot canggih.

Baca juga: Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Terhapusnya pekerjaan-pekerjaan yang eksis hari ini

Ramalan tentang bagaimana nasib pekerjaan, dan kaitannya dengan tingkat pengangguran, terutama pengangguran di Indonesia lantas menjadi relevan melihat pertumbuhan teknologi digital saat ini.

Sebuah penelitian “the Future Employment: How susceptible are jobs to computerization” menyatakan sekitar 47% pekerjaan yang eksis saat ini akan digantikan oleh automatisasi komputer dan mesin.

Berikut ini jenis-jenis pekerjaan yang eksis hari ini dan tampaknya akan digantikan oleh kerja mesin: supir, petani, percetakan dan penerbitan, kasir, agen perjalanan, akuntan dan penghitung pajak, dokter atau profesi medis lainnya, musisi dan seniman, para pekerja di restoran cepat saji, hingga tentara/pilot militer.

Meski begitu, media lain seperti Forbes menyatakan keberadaan AI hanya akan menggantikan tugas dan bukan pekerjaan manusia, terutama tugas-tugas manusia yang membosankan.

Beberapa pekerjaan menjanjikan di masa mendatang

pengangguran di indonesia, pekerjaan

Di masa depan, rupanya beberapa pekerjaan terkait olah data (terutama big data) dan komputerisasi serta teknologi akan dominan, demi mengantisipasi tingkat pengangguran di Indonesia pada masa mendatang, ada baiknya pemerintah mulai melirik sektor-sektor berikut ini:

#1 Ahli data

Pekerjaan ini akan penting karena bertugas mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data yang diperoleh dari perusahaan dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Kecakapan komunikasi, berpikir kritis, dan kemampuan analisis kuat akan diperlukan untuk komunikasi hasil analisis dan menjadikan sebagai seorang ahli data.

#2 Digital marketing dan teknisi IT

Perkembangan teknologi mengubah bentuk pariwara. Internet mendorong banyak perusahaan untuk melirik kebutuhannya pada pemasar digital (digital marketer) demi melakukan promosi perusahaan melalui platform digital.

Teknisi IT juga bisa mengurus sistem komputerisasi bisnis dan dikembangkan untuk kebutuhan perusahaan.

#3 SEO atau Content Specialist

Perusahaan di masa mendatang akan memerlukan citra yang baik bagi perusahaannya di internet. Mereka akan memerlukan orang-orang yang dapat mendeskripsikan produk mereka dengan tulisan baik yang ramah mesin pencari. Ketika memasukkan kata kunci, yang diharapkan halaman perusahaan akan muncul di halaman pertama dengan teknik search engine optimization (SEO). Ini vital sebagai strategi pemasaran perusahaan.

Sumber: Indonesia Investments, CNN Indonesia, IDN Times, Urban Hire, Kompas.com

Simak juga:

Jadi “Cewek Keren” dengan Menghapus Gaya Hidup Boros

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Menabung Asyik dengan 5 Cara Fun Ini, yuk!

Menikah vs Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here