Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Apa yang Terjadi Setelah Semua Bitcoin Selesai Ditambang?
shareIcon

Apa yang Terjadi Setelah Semua Bitcoin Selesai Ditambang?

19 Feb 2021, 10:29 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Apa yang Terjadi Setelah Semua Bitcoin Selesai Ditambang?

Dalam investasi Bitcoin, kita tahu ada 21 juta keping Bitcoin yang dapat ditambang. Perkiraannya, semua Bitcoin akan selesai ditambang pada 2140 dan tidak ada lagi Bitcoin baru yang akan beredar setelahnya.

Dalam banyak hal, Bitcoin dapat diumpamakan seperti emas digital. Layaknya emas, investasi Bitcoin tidak dapat dibuat secara sembarangan. Dibutuhkan upaya menambang atau mengekstrak (mining) untuk menghadirkan satu keping Bitcoin. Apabila emas diekstraksi dari fisik Bumi, maka Bitcoin harus “ditambang” lewat metode komputasi.

Ketentuan selanjutnya, Bitcoin harus hadir dalam persediaan yang terbatas. Karenanya, hanya ada 21 juta Bitcoin yang diproduksi.

Teknologi blockchain Bitcoin dirancang dengan prinsip pasokan terkontrol. Rata-rata Bitcoin diperoleh dalam satu bloknya setiap sepuluh menit. Selain itu, jumlah Bitcoin yang ditambang masing-masing blok akan berkurang 50% setiap empat tahun.

Setelah 21 juta keping Bitcoin ini ditambang, sebagian besar jaringan akan beroperasi sama seperti saat ini. Namun, ada satu perbedaan pentingnya: Imbalan penambang Bitcoin akan bernilai mahal. Mengapa demikian?

Baca juga: Apa Itu Mining Bitcoin?

Imbalan Bagi Para Penambang yang Membantu Kelancaran Investasi Bitcoin

Saat ini, lebih dari 18,5 juta keping Bitcoin telah diproduksi untuk investasi aset kripto tersebut, di mana angka ini setara dengan mencetak 88,3% pasokan Bitcoin maksimum. Dengan hanya 3 juta koin yang tersisa, sepertinya saat ini Bitcoin sedang ada di tahap akhir penambangan.

Meski demikian, diperkirakan bahwa untuk mencetak Bitcoin terakhir membutuhkan sekitar 120 tahun lagi lantaran adanya proses halving. Apa itu proses halving?

Selama ini, penambang akan diberi imbalan berupa kepingan Bitcoin setelah memverifikasi blok “tambang” yang berhasil. Hanya saja, imbalannya terus turun sepanjang tahun. Nah, penurunan inilah yang disebut dengan halving (membagi dua).

Saat Bitcoin pertama kali diluncurkan, hadiah yang ditetapkan adalah sebanyak 50 keping Bitcoin. Tetapi jumlah ini berkurang melalui sistem halving berkala setelah 210 ribu blok baru ditemukan dalam aktivitas penambangan Bitcoin. Misalnya, imbalan sebesar 50 keping Bitcoin akan turun menjadi 25, 12,5, dan 6,25 keping berturut-turut secara bertahap.

Sejauh ini, sudah terdapat tiga kali pengurangan telah terjadi dalam pertambangan investasi Bitcoin. Pada Mei 2020, block reward alias imbalan telah mengalami proses halving dari 12,5 keping menjadi 6,25 keping Bitcoin bagi penambang. Halving berikutnya diprediksi akan terjadi pada 2024.

Penambang Bitcoin akan terus mendapatkan imbalan hingga total 21 juta keping Bitcoin telah tercetak. Setelah itu, tidak ada Bitcoin baru yang akan memasuki sirkulasi.

Apa yang Akan Dilakukan Penambang saat Seluruh Suplai Investasi Bitcoin telah Ditambang?

Setelah keseluruhan 21 juta Bitcoin dicetak, penambang Bitcoin masih dapat berpartisipasi dalam proses penemuan blok. Namun, mereka tidak akan diberi insentif dalam bentuk hadiah blok Bitcoin.

Selain hadiah blok, penambang Bitcoin juga menerima semua biaya yang dikeluarkan untuk transaksi yang termasuk dalam setiap blok yang baru ditemukan.

Saat ini, biaya transaksi merupakan sebagian kecil dari pendapatan penambang, karena penambang saat ini mencetak sekitar 900 keping Bitcoin (atau setara dengan US$39,8 juta) per hari. Namun, mereka hanya memperoleh komisi sekitar 60 hingga 100 keping dengan nilai antara US$,2,6 juta hingga US$4,4 juta.

Itu artinya, biaya transaksi dalam investasi Bitcoin para penambang saat ini hanya mencapai 6,5% dari pendapatan penambang.

“Perubahan pada ekosistem Bitcoin dapat mendorong perubahan signifikan dalam adopsi penambang, bahkan setelah hadiah blok berhenti,” ujar Simon Kim, CEO VC fund #Hashed.

Menurutnya, hilangnya imbalan di masa depan tidak akan mengecewakan para penambang dan menghentikan mereka dari proses menambang Bitcoin.

“Perubahan pada ekosistem Bitcoin dan posisinya sebagai mata uang utama di dunia virtual dapat mendorong perubahan signifikan dalam adopsi penambang bahkan setelah hadiah blok berhenti,” ujarnya.

Baca juga: Apa Itu Blockchain?

Block Reward Hilang, Biaya Penambangan Investasi Bitcoin Bertambah

Sistem halving dan struktur kompensasi penambang yang berdasarkan pada biaya transaksi hampir pasti akan menghancurkan jaringan penambangan Bitcoin. Sebab, ada kemungkinan para penambang akan meningkatkan “nilai transaksi” jasa penambangannya, sehingga ongkos menambang Bitcoin ke depan akan semakin mahal.

CEO Bybit Ben Zhou mengatakan, kondisi tersebut nantinya mirip dengan apa yang terjadi selama bull run Bitcoin 2017.

“Karena imbalan untuk penambangan menurun pada setiap halving, dan jauh sebelum Bitcoin terakhir ditambang, biaya transaksi akan memainkan peran yang semakin menonjol,” ujar Zhou. “Biaya transaksi dalam investasi Bitcoin kemungkinan akan tumbuh dalam korelasi terbalik dengan hasil penambangan yang semakin berkurang.”

COO Crypto.com Eric Anziani juga menambahkan bahwa pertumbuhan harga Bitcoin, disertai dengan penghematan biaya listrik dalam menambang Bitcoin, secara bertahap akan membawa penambangan Bitcoin sebagai upaya yang menguntungkan.

Contohnya, ketika harga Bitcoin melonjak pada Oktober 2020, biaya transaksi meningkat sekitar sembilan kali lipat dalam dua minggu. Kini, biaya transaksi rata-rata sekitar US$17 atau sepertiga dari biaya selama puncak bull run pada 2017.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Decrypt, Investopedia

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1