Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Apakah Keterkaitan Harga Emas dan Minyak Dunia Hanya Mitos Belaka?
shareIcon

Apakah Keterkaitan Harga Emas dan Minyak Dunia Hanya Mitos Belaka?

25 May 2021, 6:45 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Apakah Keterkaitan Harga Emas dan Minyak Dunia Hanya Mitos Belaka?

Semua investor sepakat bahwa tahun lalu merupakan periode gemilang bagi harga emas. Logam mulia mencetak rekor tertingginya pada Agustus di level US$2.000 per ons, meski kemudian melandai lagi menjelang akhir tahun.

Namun, apakah Sobat Cuan sadar bahwa harga emas pernah terkoreksi ketika pandemi COVID-19 mulai “beringas” di awal April tahun lalu? Dan hal tersebut ditengarai memiliki hubungan dengan harga minyak?

Pada April tahun lalu, harga minyak mentah Brent pernah anjlok 25% dan membuat harganya menjadi minus US$40. Di saat yang sama, harga emas di pasar COMEX anjlok US$23,4 menjadi US$1.687,8 per ons.

Turunnya harga emas yang dibarengi dengan anjloknya harga minyak mentah akhirnya bikin banyak pihak penasaran. Apakah memang ada hubungan antara harga emas dan harga minyak?

Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi Emas

Hubungan Harga Emas dan Harga Minyak Memang “Terjadi”

Menurut beberapa analis, hubungan antara harga emas dan harga minyak memang nyata adanya. Namun, keduanya saling terkait melalui “cinta segitiga” dengan nilai dolar AS.

Sobat Cuan mungkin paham bahwa transaksi emas dan minyak mayoritas menggunakan denominasi dolar AS. Sehingga, harga emas dan minyak akan menjadi relatif lebih murah jika nilai tukar dolar AS melandai. Akhirnya, permintaan emas dan minyak pun akan naik, dan pada akhirnya mengerek harga dua komoditas tersebut.

Begitu pun sebaliknya. Investor menganggap bahwa mereka harus mengeluarkan uang lebih mahal untuk beli emas atau minyak ketika nilai dolar AS sedang ngamuk. Alhasil, harga dua komoditas tersebut harus melorot.

Pada intinya, harga emas dan harga minyak memang bergerak secara tandem, tapi tidak berhubungan langsung satu sama lain.

Meski demikian, hubungan antara harga emas dan harga minyak ternyata lebih rumit lagi. Ada kalanya harga emas berinteraksi dengan harga minyak, namun dalam sebuah “hubungan tanpa status”. Seperti apa hubungan tersebut?

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Masih Dibayangi Pergerakan Obligasi AS

Menyelami Lebih Dalam Hubungan Harga Emas dan Harga Minyak

Kita bisa memulai mendalami hubungan harga emas dan harga minyak dengan mengenali karakter masing-masing komoditas.

Dalam hal ini, emas merupakan aset safe haven. Investor biasanya memborong emas untuk melindungi nilai kekayaannya saat tingkat inflasi sedang merajalela.

Di sisi lain, minyak merupakan komoditas “berisiko”, di mana harganya terjadi karena mekanisme permintaan dan penawaran. Karena minyak merupakan hal esensial bagi perekonomian, tak heran jika naik turunnya harga minyak bisa mempengaruhi tingkat inflasi.

Lantas, apakah ada benang merah dari karakteristik keduanya? Benar, keduanya saling berkaitan dengan inflasi.

Di satu sisi, perubahan harga minyak bisa membuat investor membaca ekspektasi inflasi ke depan. Sementara, harga emas merupakan cerminan dari reaksi investor saat tingkat inflasi membandel.

Hubungan harga minyak, harga emas, dan inflasi ini kerap dimuat dalam beberapa jurnal ekonomi. Salah satunya adalah jurnal bertajuk “Short-term and long-term relationships between gold prices and precious metal” yang ditulis oleh Universitas Abant Izzel Baysat di Turki pada 2017 silam.

Menurut jurnal tersebut, ketika harga minyak meningkat, maka hal itu akan berdampak pada inflasi. Dan pada saat tingkat inflasi meroket, para investor akan segera melindungi kekayaannya dengan menggenggam emas.

Dalam skenario terburuk, jika lonjakan harga minyak terjadi secara dramatis dan juga konsisten, maka pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat. Di sini, gaya magnet emas akan berperan. Dalam kondisi seperti itu, emas akan menjadi buruan bagi banyak orang untuk menyimpan dan mengembangkan dananya.

Baca juga: Konflik Politik Libya Kembali Memanas, Harga Emas Menguat 0,35%

Apakah Harga Emas dan Harga Minyak Selalu Berhubungan Baik?

Seperti yang dijelaskan di atas, harga emas dan harga minyak selalu bergerak secara tandem. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik di bawah ini, yakni perbandingan antara harga emas di pasar spot (candlesticks) dengan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS (garis oranye).

Sumber: tradingview

Namun, Sobat Cuan juga bisa melihat dari grafik di atas, bahwa harga emas tidak selalu bergerak mengikuti harga minyak. Menurut Market Realist, hubungan harga emas dan harga minyak selalu sesuai 60% secara historis.

Hal tersebut juga diungkapkan Morgan Stanley. Perusahaan itu mengatakan bahwa keduanya memang memiliki korelasi positif. Namun, memang tidak ada pengaruh langsung antara satu dengan lainnya.

Baca juga: Apa Pengaruh Pelemahan Ekonomi Global dengan Turunnya Harga Minyak Dunia?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Media Indonesia, Marketrealist, USmoneyreserve

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1