Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Mengenal Efek Compounding atau Bunga Majemuk
shareIcon

Mengenal Efek Compounding atau Bunga Majemuk

16 Jul 2020, 1:40 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Mengenal Efek Compounding atau Bunga Majemuk

Dalam investasi, kamu seringkali akan menemukan dua istilah bunga, yakni bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga majemuk adalah memungkinkan kamu untuk mendapatkan imbal dari akumulasi bunga dan pokok investasimu. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

Perbedaan antara Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

Suku Bunga dan Imbal Hasil

  • Imbal hasil yang kamu dapatkan ketika berinvestasi biasanya dinyatakan dalam persentase
  • Persentase ini dibagi menjadi:
    • Bunga tunggal: dihitung berdasarkan jumlah pokok
    • Bunga majemuk: dihitung berdasarkan jumlah pokok DAN akumulasi bunga
  • Imbal dari bunga majemuk ini lebih bermanfaat bagi investor karena tingkat bunga dihitung berdasarkan peningkatan jumlah.

Bunga Tunggal (Simple Interest)

Jumlah bunga yang didapatkan adalah berdasarkan pada jumlah pokok yang tetap.

Misalnya: deposito berjangka, dengan bunga 5% yang jatuh tempo dalam 1 bulan.

Contoh:

Investasi ini memberikan tingkat bunga tahunan sebesar 5% untuk 3 tahun ke depan. Misalnya, jumlah investasi adalah Rp10.000.000.

Simple Interest = P x r x n
Di mana:
P = Principal Amount (Pokok)
r = Annual Interest Rate (Suku bunga tahunan)
n = terms in years (Waktu)
  • Pada tahun ke-1, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000. = Rp500.000
  • Di tahun ke-2, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000 = Rp500.000 (pokok dan bunga tidak berubah)
  • Pada tahun ke-3, investor juga mendapatkan Rp500.000 (pokok dan bunga tidak berubah)
TahunPokokImbal
110.000.000500.000
210.000.000500.000
310.000.000500.000
Total1.500.000

Jadi, selama tiga tahun, investor mendapat  Rp1.500.000 sebagai total bunga dari investasi sejumlah Rp10.000.000.

Sebuah cara yang lebih cepat untuk menghitung total imbal dari bunga sederhana adalah Rp10.000.000 x 5% x 3 = Rp.1.500.000

Bunga Majemuk (Compound Interest)

Bunga majemuk dihitung berdasarkan bunga pokok dan akumulasi.

Contoh:

Sebuah investasi memberikan tingkat bunga tahunan sebesar 5% untuk 3 tahun ke depan. Jumlah investasi adalah Rp.10.000.000

Compound Interest = P x (1+r)^t  –  P
Di mana:
P = Principal Amount (Pokok)
r = Annual Interest Rate (Suku bunga tahunan)
t = no. of years interest is applied (Jumlah tahun untuk bunga)
  • Pada tahun ke-1, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000 = Rp500.000
    • Bunga sebesar Rp500.000 ini ditambahkan ke pokok asli (Rp10.000.000) sehingga bunga berikutnya dihitung berdasarkan pada angka Rp10.500.000.
  • Pada tahun ke-2, investor mendapat 5% dari Rp10.500.000 = Rp525.000
    • Bunga berikutnya akan dihitung berdasarkan:
      • Rp10.000.000 (pokok) + Rp500.000 (bunga tahun 1) + Rp525.000 (bunga tahun 2) = Rp11.025.000
  • Pada tahun ke-3, investor mendapat 5% dari Rp11.025.000 = Rp551.250
TahunPokokImbal
110.000.000500.000
210.500.000525.000
311.025.000551.250
Total1.576.250

Jadi, selama 3 tahun, investor mendapatkan Rp1.576.250 sebagai total bunga dari investasi sejumlah Rp10.000.000.

Bunga Tunggal vs Bunga Majemuk

Karena bunga majemuk setara dengan mendapatkan bunga berdasarkan hasil akumulasi, total bunga pada akhir tahun ke-3 akan menjadi lebih tinggi dari jumlah total dari bunga sederhana sebanyak Rp76.250.

Perbedaan sejumlah ini Rp76.250. akan meningkat dari waktu ke waktu.

Perbedaan dari imbal Simple Interest dan Compound Interest akan semakin besar seiring berjalannya waktu.

Setelah 5 tahun, bunga majemuk akan mendapatkan bunga lebih tinggi dibandingkan bunga sebanyak Rp263.000. Setelah 20 tahun, imbal dari compounding akan lebih tinggi daripada imbal bunga tunggal sebanyak Rp6.533.000. Perbedaan yang cukup signifikan bukan?

Aturan 72

Ini adalah rumus cepat untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi kamu untuk menggandakan uang kamu ketika diinvestasikan dalam sebuah aset yang menghasilkan bunga compounding

Waktu untuk menggandakannya = 72 / bunga compounding per periode

Jika hasil investasi adalah 5% per tahun, maka akan memakan waktu 72/4 = 14,4 tahun untuk melipatgandakan investasi awal / pokok

Waktu terbaik untuk berinvestasi

Waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah hari ini. Ini karena jika kamu menunda investasimu satu tahun, artinya kamu juga menunda pengembalian kamu satu tahun dan kamu kehilangan satu tahun compounding. Ini akan memiliki efek domino seiring berjalannya waktu, seperti yang ditunjukkan sebelumnya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Simak juga:

Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

Apa Itu Compound Interest?

Ditulis oleh
channel logo

Satya Nagara

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1