Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Whatsapp Mulai Ditinggalkan Penggunanya, Kenapa?
shareIcon

Whatsapp Mulai Ditinggalkan Penggunanya, Kenapa?

28 Jan 2021, 4:00 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Whatsapp Mulai Ditinggalkan Penggunanya, Kenapa?

Update WhatsApp terbaru seputar kebijakan privasinya memancing sejumlah penggunanya beramai-ramai eksodus dari aplikasi pesan singkat ini. Karena itu, WhatsApp memutuskan untuk menunda kebijakan privasi mereka.

Manajemen WhatsApp mengungkapkan ini terjadi karena banyaknya pengguna yang merasa bingung dan memperoleh disinformasi terkait rencana kebijakan privasi baru ini. Pihak WhatsApp pun memutuskan untuk memperpanjang waktu update WhatsApp hingga 15 Mei 2021. Tenggat sebelumnya adalah pada 8 Februari 2021.

Sebagian besar pengguna WhatsApp pun lantas beralih ke Signal, Wire, ataupun Telegram.

“Pada minggu pertama Januari, Telegram melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan, yanag mana 25 juta pengguna baru di antaranya tergabung ke Telegram dalam 72 jam terakhir.” Demikian penjelasan CEO Telegram, Pavel Durov.

Telegram kini memang menjadi alternatif bagi mereka yang mencari platform komunikasi dengan komitmen pada privasi dan keamanan pengguna. “Kami mengambil tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami tidak akan mengecewakan Anda,” ujar Pavel.

Baca juga: Mengenal Eric Yuan, Pendiri Zoom dan Kontroversi Privasi Penggunanya

Pengguna Telegram Membeludak Lantaran Kebijakan Update WhatsApp 

Membludaknya pengguna baru Telegram laptop dan mobile dalam 72 jam terakhir ini tampaknya akibat pembaruan kebijakan layanan dan privasi pesaingnya, WhatsApp.

Salah satu pembaharuan yang membuat pengguna khawatir adalah soal informasi yang akan dibagi oleh update WhatsApp dengan perusahaan induknya, Facebook. Dalam laman WhatsApp, informasi pengguna yang akan diteruskan ke Facebook termasuk nomor telepon, alamat IP, data transaksi, hingga informasi perangkat.

WhatsApp pun mengalami penurunan pamor. Sejumlah pengguna meninggalkan aplikasi ini lalu beralih ke aplikasi pesan instan lain yang dianggap lebih “aman”, seperti Telegram laptop dan mobile.

Setelah memiliki 500 juta pengguna aktif, Telegram bersiap mencari keuntungan melalui beberapa skenario. Update WhatsApp terkait privasi menjadi pelajaran bagi mereka.

Telegram pun memanfaatkan momen ini.  Durov mengatakan, untuk mendukung Telegram tetap berjalan dibutuhkan setidaknya beberapa ratus juta dolar AS per tahun. Karenanya, skema monetisasi pun dibutuhkan.

Salah satu skemanya adalah dengan menambah fitur baru untuk pengguna premium. Lalu, Telegram laptop dan ponsel juga akan memperkenalkan platform iklan sendiri yang ditujukan untuk channel, bukan one-to-one chat.

“Semua fitur yang saat ini gratis, akan tetap gratis,” ujar Durov. Adapun skema di atas disebut Durov sebagai “Telegram Way” agar aplikasi ini tetap independen dan setia pada nilai mereka. Ia juga mengatakan tidak akan menjual Telegram kepada pihak mana pun.

Baca juga: Sudah Mulai Bosan WFH? Ini 5 Trik Santuy Menghadapi COVID-19

Banner Blog Pluang

Manajemen WhatsApp Akan Luruskan Disinformasi

Selama periode 8 Februari hingga 15 Mei 2021, pihak manajemen WhatsApp akan terus berupaya untuk meluruskan disinformasi yang beredar di kalangan penggunanya terkait update WhatsApp perihal privasi.

“Tidak akan ada akun pengguna yang dihapus pada tanggal 8 Februari 2021. Dalam periode ini, WhatsApp juga akan terus berupaya meluruskan disinformasi yang beredar, agar penggunanya memahami dengan jelas terkait pembaruan kebijakan privasi ini,” ujar mereka.

Kebijakan privasi WhatsApp yang baru dikatakan tidak akan memengaruhi chat antar akun maupun grup pribadi para pengguna.

“Perlu diingat pula, kebijakan privasi update WhatsApp yang baru TIDAK memengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna kami. Pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp,” tulis keterangan WhatsApp.

Mereka juga menuliskan bahwa pembaruan menyertakan opsi yang harus dimiliki untuk mengirim pesan ke akun bisnis di WhatsApp.

“Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook,” tegas mereka terkait update WhatsApp. Mereka berkomitmen dengan enkripsi “end to end” mereka dan mempertahankan teknologi keamanan ini sekarang dan di masa depan.

“Terima kasih kepada semua orang yang telah menghubungi kami dan untuk begitu banyak orang yang telah membantu menyebarkan fakta dan menghentikan rumor. Kami akan terus mengerahkan semua yang kami miliki untuk menjadikan update WhatsApp cara terbaik untuk berkomunikasi secara pribadi.”

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Kompas, Tribun Techno, CNBC Indonesia

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Dewi Kharisma

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
lainnya
Simak 5 Cara Mudah Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1