pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Kabar: Ekspor Bakal Surplus, Konsumsi AS Mulus

Rangkuman kabar Kamis (23/12)  mengulas perkembangan domestik dan mancanegara, salah satunya prestasi gemilang ekspor nasional tahun ini.

Rangkuman Kabar Domestik

1. Ekspor Tahun Ini Berpotensi Pecahkan Rekor

Nilai ekspor Indonesia tahun ini dapat menembus US$230 miliar, yang merupakan rekor tertinggi bagi Indonesia. Adapun hingga November, total nilai ekspor Indonesia telah mencapai US$209,2 miliar alias tumbuh 43% dibandingkan tahun lalu.

Sebelumnya, Indonesia mencetak rekor nilai ekspor terbesar pada 2011 yakni US$203,5 miliar, bertepatan dengan kejayaan harga komoditas.

Apa Implikasinya?

Surplus neraca perdagangan, apalagi jika ditambah dengan suplus transaksi berjalan dapat membantu Indonesia menjaga kestabilan nilai tukar mata uang saat negara-negara maju mengambil langkah kebijakan moneter ketat seperti saat ini. Sebab, cadangan devisa dari neraca perdagangan dapat digunakan BI untuk mengintervensi nilai tukar rupiah di pasar valas.

2. Pertumbuhan Uang Beredar Naik Berkat Kredit Perbankan

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp7.572,2 triliun pada November 2021, tumbuh 11% secara tahunan. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan pertumbuhan didorong oleh meningkatnya penyaluran kredit dari3% di bulan Oktober menjadi 4,4%.

Akselerasi lebih besar terjadi pada debitur perorangan yakni tumbuh 8,4% secara tahunan, sehingga mengompensasi perlambatan kredit korporasi yang hanya tumbuh 0,9%. Aktiva luar negeri bersih juga tumbuh 10,6%, hampir dua kali lipat dari pertumbuhan Oktober yakni 5,7%.

Apa Implikasinya?

Peningkatan jumlah uang beredar di akhir tahun memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas inflasi saat kebutuhan akan uang beredar meningkat selama musim liburan. Selain berperan dalam meningkatkan konsumsi masyarakat, momentum liburan akhir tahun juga berperan penting dalam pemerataan ekonomi dari mobilitas masyarakat perkotaan ke area pariwisata dengan membawa likuiditas yang siap diserap masyarakat lokal.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Startup Dapat Karpet Merah, Nasib BTC Diramal Cerah

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Indeks Keyakinan Konsumen AS Meningkat

Firma riset The Conference Board merilis bahwa Indeks Keyakinan Konsumen Amerika Serikat (AS) di angka 115,8 di Desember, atau meningkat dari 111,9 di November. Hal ini disebabkan karena masyarakat AS sudah tidak begitu khawatir dengan penyebaran COVID-19, sehingga mereka optimistis untuk melakukan kegiatan ekonomi.

Hanya saja, beberapa ekonom mengatakan bahwa hasil survei ini cukup bias lantaran tidak membaca kekhawatiran masyarakat tentang varian Omicron.

Apa Implikasinya?

Kenaikan nilai indeks keyakinan konsumen AS mengindikasikan bahwa masyarakat AS tengah getol melakukan konsumsi. Hal ini, diharapkan, mampu menopang pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam tersebut di kuartal IV.

2. Kripto dan M-Banking Target Utama Serangan Siber

Perusahaan yang bergerak di bidang keamanan digital, Palo Alto Networks, memprediksi serangan ransomware tahun depan akan masif dan makin canggih hingga mencapai skala yang tak terbayangkan sebelumnya. Aset kripto dan operasional perbankan mobile menjadi dua sasaran empuk utama yang perlu mendapat pengamanan ekstra.

Bahkan, perusahaan kemanan siber lainnya yakni Kaspersky menyebut pihaknya telah mengamati kelompok ancaman yang disponsori negara alias state sponsored yang menargetkan industri cryptocurrency secara khusus di tahun 2022.

Sementara untuk mobile banking, ancaman berupa virus trojan diperkirakan akan mendominasi operasional mulai dari negara-negara Eropa Barat hingga ke negara lain di seluruh dunia.

Apa Implikasinya?

Faktor keamanan siber perlu menjadi perhatian para investor maupun pelaku ekonomi disamping risiko lainnya. Lantaran industri digital baru saja berkembang pesat, infrastruktur keamanannya belum berkembang dengan baik. Pengguna dan pelaku ekonomi perlu memiliki pengamanan ekstra secara mandiri guna melindungi aset digitalnya dari serangan siber.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Antara, Investing, Kontan

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES