pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

298

Rangkuman Kabar: Startup Dapat Karpet Merah, Nasib BTC Diramal Cerah

Rangkuman kabar Rabu (22/12)  mengulas perkembangan domestik dan mancanegara, salah satunya aturan baru BEI dalam pencatatan emiten baru guna memfasilitasi start up. Yuk simak selengkapnya!

 

Rangkuman Kabar Domestik

1. BEI Ubah Kriteria IPO Demi Start Up Unicorn

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah beberapa aturan pencatatan saham (Initial Public Offering/IPO) guna memfasilitasi perusahaan rintisan berkapitalisasi jumbo melantai di bursa. Perubahan aturan tersebut tertuang lewat Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00101/BEI/12-2021 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat (Peraturan I-A Tahun 2021) yang berlaku sejak Rabu, 21 Desember 2021.

Beberapa poin perubahan dalam peraturan yang baru antara lain, pertama, pengembangan persyaratan pencatatan bagi papan utama dan pengembangan dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan investor. Kedua, ketentuan terkait perpindahan papan dari papan utama ke papan pengembangan yang berlaku sejak 2 Mei 2022.

BEI juga melakukan perubahan persyaratan untuk dapat tetap tercatat sebagai emiten pasar modal yang berlaku secara bertahap hingga 2025 nanti. Secara terperinci, persyaratan tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas perusahaan yang listing di pasar modal.

Apa Implikasinya?

Memfasilitasi perusahaan rintisan untum turut melantai di pasar modal akan meningkatkan akses pendanaan bagi perusahaan start up, sekaligus membuka pasar bagi investor yang tertarik berinvestasi pada perusahaan rintisan.

Tak sampai di sana, BEI juga berupaya meningkatkan standar kualitas emiten yang sudah melantai. Langkah ini akan membuat investor semakin pede membenamkan dana di pasar modal dan ujungnya mampu memperdalam pasar keuangan dalam negeri.

2. BI Catat Kenaikan Kewajiban Neto Investasi Internasional

Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2021 sebesar US$275,9 miliar atau 24,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dari akhir triwulan II 2021 yakni US$264,7 miliar atau 23,9% dari PDB.

"Peningkatan kewajiban neto tersebut berasal dari peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Peningkatan didorong oleh faktor revaluasi positif atas nilai instrumen keuangan domestik yang dipengaruhi peningkatan harga saham beberapa perusahaan di dalam negeri, sejalan dengan kuatnya ekspor serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, aliran investasi asing yang masuk baik melalui direct investments, portofolio maupun skema investais lainnya turut mempengaruhi kenaikan ini.

Apa Implikasinya?

Kenaikan PII yang didorong oleh kenaikan KFLN kerap diasosiasikan dengan persepsi positif para investor yang mendorong masuknya investasi ke Indonesia. Data ini diharapkan mampu mengundang investor asing untuk tetap menanamkan dana di tanah air di tengah ancaman eksternal.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Defisit Menyempit, Teknologi Ethereum Kian Ciamik

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Bitcoin Bisa Gantikan Dolar, Kata Mantan CEO Twitter

Twit mantan CEO Twitter Jack Dorsey yang ditujukan sebagai balasan komentar kepada rapper Cardi B. menghebohkan jagat kripto. Pasalnya, Dorsey mengungkap keyakinannya bahwa Bitcoin di masa depan dapat menggantikan Dolar AS, yang saat ini dijadikan acuan cadangan devisa di berbagai negara.

Cuitan Dorsey yang penuh optimisme itu mengundang berbagai reaksi. Salah satunya dari Billy Markus, salah seorang pendiri Dogecoin, yang mengunggah meme berisikan klaim bahwasannya token anjing itu lebih stabil ketimbang Bitcoin.

Berkat Dorsey, Bitcoin hari ini akhirnya menghijau setelah beberapa belakangan lesu. Berdasarkan pantauan pada laman coinmarketcap, BTC dijual di kisaran US$48.950, menguat 0,8% dalam 24 jam terakhir. Thanks Dorsey!

Apa Implikasinya?

Cuitan Dorsey membawa sentimen positif bagi para hodlers yang memiliki keyakinan serupa. Prospek Bitcoin yang cerah di masa depan akan mendorong para fundamentalis menahan aset kripto miliknya, bahkan menambah nilai asetnya sehingga mengerek naik harga jual BTC pada perdagangan hari ini.

2. Pertumbuhan Populasi AS Terendah Dalam Sejarah

Biro Sensus Amerika Serikat mencatat pertumbuhan populasi sebanyak 392,665 jiwa tahun ini, atau setara 0,1%. Penambahan ini merupakan yang terlambat sepanjang sejarah, bahkan lebih rendah ketimbang saat pandemi influenza dan perang dunia pertama melanda negeri Paman Sam tersebut.

Penurunan populasi ini disebabkan oleh melempemnya angka migrasi dan angka kelahiran yang rendah, yang kemudian diperparah oleh kebijakan dan pembatasan sosial selama pandemi COVID-19. Sementara itu, di sisi lain, lebih dari 800.000 warga Amerika Serikat telah meninggal dunia akibat Covid 19 sejak 2020 lalu.

Apa Implikasinya?

Angka kelahiran yang terlalu rendah memiliki implikasi negatif bagi keberlanjutan perekonomian di masa depan. Sebab, menurunnya populasi akan berimplikasi ke penurunan konsumsi, yang nantinya akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bloomberg, Investing, Tempo , Antara

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES