Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Kabar: Pemerintah Niat Pajaki Karbon, AS Nyaris Shutdown
shareIcon

Rangkuman Kabar: Pemerintah Niat Pajaki Karbon, AS Nyaris Shutdown

20 Sep 2021, 10:53 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Kabar: Pemerintah Niat Pajaki Karbon, AS Nyaris Shutdown

Menemani waktu istirahat Sobat Cuan, berikut rangkuman kabar bisnis dan ekonomi pada Senin (20/9)!

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. Pajak Karbon, Objek Pajak Baru dalam RUU KUP

Pemerintah tengah mengusulkan pengenaan pajak karbon kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) guna memperluas basis penerimaan pajak.

Agenda tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Besaran tarif pajak karbon yang sebelumnya diusulkan oleh pemerintah sebesar Rp 75 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

Namun besaran tarif tersebut ditolak oleh DPR RI yang berdalih Indonesia sedang dalam tahap pemulihan ekonomi. Beberapa fraksi berpandangan tarif yang lebih masuk akal ialah Rp5-10 per kilogram CO2e.

Apa implikasinya?

Pajak karbon merupakan salah satu impelmentasi ekonomi hijau yang bertujuan mengubah kebiasaan pelaku usaha. Jika karbon dipajaki tentu pengusaha akan beralih pada alternatif yang lebih hijau dan ramah lingkungan guna mengurangi pengeluaran perpajakanannya.

Selain itu, langkah ini akan efektif menambah pemasukan negara mengingat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih dalam teritori defisit. Sayangnya penambahan beban pajak baru bisa menjadi kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi jika tidak dipersiapkan dengan matang.

2. Siap-siap, 2.360 ASN Pindah ke IKN Tahun Depan

Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, akan ada sebanyak 2.350 Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pindah ke Ibu Kota Negara baru pada tahun 2022.

BKN mengajukan anggaran senilai Rp5,5 miliar untuk melakukan relokasi ASN tahun depan. Program relokasi ini merupakan salah satu dari tujuh prioritas BKN di tahun 2022.

Apa Implikasinya?

Relokasi ASN ke IKN baru merupakan indikasi keseriusan pemerintah memindahkan ibu kota. Jika proyek pemindahan ibu kota berjalan baik sebagaimana rencana pemerintah, maka hal tersebut dapat memutar perekonomian di wilayah Kalimantan dan membantu pemerataan ekonomi yang selama ini terpusat di pulau Jawa.

Selain itu, relokasi ASN tentu akan membuka lapangan kerja dan usaha baru di wilayah ibu kota baru. Sehingga aksi tersebut tentu bisa memberikan efek pengganda ekonomi yang cukup kuat.

Rangkuman Kabar Manca Negara

1. Terancam ‘Shutdown’ Lagi, Janet Yellen Minta Kongres AS Naikkan Ambang Utang

Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen memperingatkan ancaman terjadinya ‘shutdown’ pemerintahan dan krisis finansial akibat menipisnya anggaran negara. Dana yang ada saat ini diperkirakan hanya cukup membiayai pemerintahan AS hingga Oktober nanti.

Karenanya, Yellen meminta Kongres AS menaikkan batas utang agar pemerintah bisa menambah utang. Saat ini batas utang yang berlaku di AS adalah US$ 28,4 triliun.

Batas utang tersebut sebetulnya sudah terlampaui, menurut US Debt Clock saat ini utang AS secara real time mencapai 125% pendapatan domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Meski begitu, Yellen memastikan bahwa tingkat utang yang tinggi tidak akan sampai gagal bayar jika risiko finansial dapat dimitigasi dengan baik.

Apa Implikasinya?

Sejak Amerika Serikat berdiri, penutupan pemerintahan sementara alias ‘shutdown’ telah terjadi kurang lebih 20 kali, terakhir terjadi di tahun 2019 lalu.

Namun, di tengah upaya pemulihan saat pandemi seperti saat ini, shutdown mungkin akan berakibat fatal. Sebab, perekonomian AS tidak bisa terungkit dengan baik jika pemerintah AS kekurangan belanja. Sekadar informasi, belanja pemerintah adalah satu dari empat komponen penting pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB).

2. El Salvador Duduki Peringkat 3 Negara Dengan Instalasi ATM Terbanyak di Dunia

El Salvador adalah negara pertama yang meresmikan penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar resmi. Meski begitu, ternyata El Salvador hanya duduk di peringkat 3 sebagai negara dengan instalasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bitcoin terbanyak di dunia.

Peringkat satu dan dua diduduki oleh Amerika Serikat dan Kanada. Sementara posisi ketiga awalnya diduduki oleh Inggris yang harus tersingkir setelah El Salvador menginstal 205 ATM di seluruh penjuru negerinya guna memfasilitasi transaksi lokal.

Total instalasi ATM Bitcoin di seluruh dunia kini mencapai 24.664 mesin aktif dan 2.790 mesin baru yang siap diaktifkan bulan ini.

Apa Implikasinya?

Instalasi ATM berguna mempermudah proses transaksi. Banyaknya ATM yang terinstalasi akan meningkatkan nilai dan total transaksi yang merupakan bagian dari perputaran ekonomi.

Namun, lebih dari itu, instalasi ATM Bitcoin membuktikan bahwa mata uang kripto ini kian diadopsi oleh masyarakat sebagai alat pembayaran. Hal itu nantinya bisa menambah permintaan Bitcoin dan mengerek harganya di masa depan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
weekly news
Pasar Sepekan: Rusia Tabuh Genderang 'Perang', Market Ikut Bergelombang
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1