pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Kabar: Ekonomi China Kian Apik, Omicron Bikin The Fed Panik

Rangkuman Kabar Selasa (30/11) mengungkap kabar baik mengenai ekonomi China dan rencana pemerintah untuk mengetatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)! Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Kabar berikut!

Rangkuman Kabar Domestik

1. Pemerintah Ketatkan PPKM

Pemerintah mengumumkan telah memperpanjang PPKM sejak 29 November hingga 13 Desember 2021 melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 63 Tahun 2021. Melalui keputusan tersebut, pemerintah memutuskan menaikkan status PPKM 23 kabupaten/kota dari level 1 ke level 2 seiring kenaikan tingkat penularan COVID-19.

Adapun enam di antaranya terdapat di provinsi DKI Jakarta. Selama masa PPKM level 2, pusat perbelanjaan harus memperketat kunjungan hanya sampai 50% dengan jam operasional yang dibatasi hingga pukul 21.00 WIB. Aktivitas perkantoran juga dibatasi hanya 50% dari total kapasitas ruangan.

Apa Implikasinya?

Pemberlakuan kembali PPKM tentu akan mengerem kembali roda perekonomian. Akibatnya, pendapatan masyarakat akan menurun dan pertumbuhan konsumsi masyarakat akan melambat. Hal itu nantinya bisa menghambat pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

Kendati demikian, sikap pemerintah yang kembali mengetatkan PPKM diharapkan mampu menekan tingkat penularan COVID-19 sebelum merajalela lebih parah lagi. Sehingga, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

2. Realisasi Penyerapan Biodiesel Akan Capai Target

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa serapan biodiesel nasional sudah mencapai 8,1 juta kiloliter (kl) per November 2021, kian mendekati target akhir tahun yakni 9,2 juta kl. Melihat data tersebut, pemerintah optimistis bahwa alokasi biodiesel nasional bisa terserap sepenuhnya.

Pemerintah mengatakan, kinclongnya angka penyerapan tersebut disebabkan oleh kinclongnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang tahun ini. Sekadar informasi, Indonesia hanya mencatat konsumsi biodiesel sebesar 8,2 juta kl sepanjang 2020.

Apa Implikasinya?

Kenaikan penyerapan biodiesel diharapkan bisa mengerek permintaan minyak kelapa sawit, yang nantinya juga bisa meningkatkan harga komoditas tersebut ke depan. Jika hal itu terjadi, maka nilai ekspor Indonesia bisa meningkat dan menyumbang tambahan cadangan devisa.

Baca juga: Rangkuman Kabar: China Intervensi Batu Bara, ETF Bitcoin Jadi Juara

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Produksi Manufaktur China Kian Cemerlang

Badan Statistik Nasional China merilis bahwa indeks manufaktur bulanan China bertengger di 50,1 pada November, atau merangkak dari 49,2 pada Oktober. Kenaikan nilai indeks tersebut disebabkan oleh kenaikan permintaan industri manufaktur dari negara tirai bambu tersebut dan meredanya krisis ketenagalistrikan di China.

Apa Implikasinya?

Kenaikan produksi manufaktur China akan mendorong ekonomi China untuk bertumbuh di kuartal IV. Nah, hal itu tentu akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi global, mengingat Produk Domestik Bruto (PDB) China berkontribusi 18% terhadap PDB global.

Selain itu, menggeliatnya ekonomi China juga akan meningkatkan permintaan negara tirai bambu tersebut atas bahan baku industri Indonesia. Ujungnya, nilai ekspor Indonesia juga bisa terkerek.

2. Bos The Fed Yakin Inflasi Mereda Tahun Depan, Asal….

Ketua The Fed Jerome Powell meramal bahwa inflasi AS, yang belakangan terus meradang, akan mereda tahun depan seiring permintaan dan penawaran sudah kembali normal. Hanya saja, ia mengkhawatirkan bahwa virus COVID-19 varian Omicron akan bikin harga barang dan jasa terus meroket ke depan.

Ia melanjutkan, inflasi merupakan hal normal seiring ekonomi dan pasar tenaga kerja terus menguat. Namun, kehadiran varian virus COVID-19 baru tersebut bisa bikin semua orang enggan bekerja di kantor secara langsung, yang bisa berimbas ke jumlah tenaga kerja yang benar-benar mau bekerja. Pengetatan suplai tenaga kerja akan bikin upah pegawai naik dan ujungnya berimbas ke kenaikan harga barang dan jasa.

Apa Implikasinya?

Inflasi yang tinggi, di tengah pertumbuhan ekonomi yang memble, akan bikin The Fed terjebak dalam dilema demi menentukan arah kebijakan moneternya ke depan. Inflasi yang tinggi tentu akan direspons The Fed dengan mengerek tingkat suku bunga acuan. Namun, jika itu terjadi, maka pertumbuhan ekonomi AS akan menjadi korbannya.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Gak Takut Omicron, IHSG & Kripto Tetap ‘Strong’

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Associated Press, Investing.com

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES