pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

235

Rangkuman Kabar: Minyak RI Bawa Cuan, Yield Obligasi Bakal Terbang

Rangkuman kabar Senin (20/12) mengulas berita domestik dan mancanegara, diantaranya setoran minyak mentah yang berlimpah kepada kas negara. Yuk simak selengkapnya!

Rangkuman Kabar Domestik

1. Dua Indeks Baru Meluncur di BEI. Apa Saja?

Bursa Efek Indonesia dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) meluncurkan dua indeks baru yang dinamakan ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI. Keduanya merupakan indeks berisikan saham-saham dengan hasil penilaian kinerja Environment, Social dan Governance (ESG) di atas rata-rata sektor dengan standar likuiditas yang baik.

Kedua indeks ini diluncurkan untuk menjawab permintaan pasar terhadap produk investasi berbasis ESG yang semakin besar. Ini tercermin dari total dana kelolaan reksa dana yang mengacu pada indeks bertemakan ESG mencapai Rp3,4 triliun pada Oktober 2021, alias melonjak 80 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Apa Implikasinya?

Indeks berbasis ESG dapat menjadi alternatif produk investasi bagi para investor pasar modal. Implikasinya, pasar modal Indonesia bisa kebanjiran aliran dana dari golongan investor alternatif tersebut dan memperdalam sektor keuangan Indonesia ke depan.

2. Lifting Minyak Bakal Kerek Pundi-Pundi Negara

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting minyak Indonesia mencapai 657.000 barel hingga November, atau 93,2% dari target tahun ini. Hanya saja, setorannya kepada penerimaan negara telah menembus US$12,55 miliar atau 172% dari target Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Melambungnya setoran pundi keuangan negara dari emas hitam ini tidak lepas dari harga minyak dunia yang melonjak akibat pemulihan ekonomi global yang menyebabkan lonjakan permintaan. Hingga akhir tahun SKK Migas memproyeksi setoran penerimaan negara dapat mencapai US$13,92 triliun atau setara Rp202 triliun, dua kali lipat dari target semula yakni US$7,28 miliar.

Apa Implikasinya?

Setoran negara yang berlimpah dari pendapatan non-pajak amat membantu pemerintah dalam menggelontorkan belanja. Sekadar informasi, belanja pemerintah adalah salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, pendapatan yang memadai akan menyusutkan porsi utang sehingga mengurangi beban APBN tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Kabar Sepekan: Omicron Serang RI, Pengetatan Moneter Bikin Ngeri

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Yield Obligasi Tahun Depan Diramal Naik

Perusahaan jasa keuangan JP Morgan memprediksi luapan suplai surat utang di pasar global tahun depan akibat langkah bank sentral yang ramai-ramai tapering. Setidaknya, total pengurangan pembelian surat utang oleh bank sentral tahun depan dapat mencapai US$2 triliun di empat pasar surat utang negara maju saja.

Keempat pasar yang dimaksud ialah Amerika Serikat, Jepang, Inggris dan Zona Eropa. Tahun ini, reduksi pembelian surat utang oleh bank sentral telah susut US$1,7 triliun. Jika reduksi terus bertambah, negara maju seperti Jerman dan Inggris dapat mengalami kenaikan imbal hasil hingga 75 basis points (bps) pada akhir 2022.

Secara global, JP Morgan memperkirakan reduksi pembelian surat utang akan mencapai US$3 triliun. Reduksi tersebut akan mendorong kenaikan rata-rata imbal hasil sebesar 20-25 bps.

Apa Implikasinya?

Kenaikan imbal hasil berbanding terbalik dengan harga surat utang, sehingga fenomena ini akan membuat harga surat utang lebih bersaing dengan imbal hasil investasi yang menjanjikan. Investor dapat menyusun ulang portofolio investasinya berdasarkan proyeksi ini agar mendapat cuan lebih besar lewat instrumen relatif aman.

Selain itu, besarnya pasokan surat utang yang harus terserap pasar akan mempercepat misi bank sentral mengurangi pasokan uang beredar guna menyusutkan inflasi.

2. Harga Bensin di Amerika Serikat Akhirnya Turun Juga

Harga satu galon (sekitar 3,78 liter) bensin di Amerika Serikat mengalami penurunan 11-60 sen per liternya setelah sempat berada di level tertinggi rata-rata yakni US$3,24 per galon.

Penurunan tidak terjadi secara merata di setiap tempat pengisian bahan bakar negara bagian. Beberapa pihak mencurigai terjadinya aksi ambil untung mengingat harga minyak dunia sendiri telah susut hampir 15% dari angka tertingginya beberapa minggu lalu.

Namun, penurunan harga bahan bakar merupakan kabar baik bagi warga Amerika Serikat yang diperkirakan akan tumpah ke jalan merayakan hari raya natal dan tahun baru.

Apa Implikasinya?

Susutnya harga bahan bakar eceran akan mengurangi beban laju inflasi di Amerika Serikat yang saat ini tengah menjadi sorotan utama. Sehingga, peristiwa ini diharapkan dapat membuat negara Paman Sam tersebut bebas dari fenomena stagflasi, yakni kondisi di mana inflasi terlihat tinggi meski pertumbuhan ekonomi tak mumpuni.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Antara, Kontan, Reuters, Investing

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES