Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Kabar: COVID Bikin Kantong RI Boncos, Manufaktur China Makin Joss!

Rangkuman kabar mengulas perkembangan domestik dan mancanegara, diantaranya biaya penanganan pandemi yang menggembung akibat varian delta.

Rangkuman Kabar domestik

1. Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan DMO Batu Bara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menelurkan kebijakan baru terkait kewajiban perusahan batu bara untuk menjual hasil produksinya ke dalam negeri alias Domestic Market Obligation (DMO). Pasalnya, kebijakan penerapan DMO yang telah berjalan saat ini masih tidak diindahkan produsen batu bara, sehingga bikin cadangan batu bara dalam negeri kritis.

Pada beleid baru yang telah dibahas melalui rapat bersama dengan sejumlah menteri terkait, pengawasan DMO akan dilakukan tiap bulan. Bagi pengusaha yang mengemplang akan dikenakan penalti tinggi hingga pencabutan izin.

Apa Implikasinya?

Penerapan kebijakan DMO yang tegas akan mendorong ketahanan energi nasional di saat dunia terancam krisis energi. Jika Indonesia terjebak ke dalam krisis energi, maka kegiatan ekonomi dan konsumsi tak akan bisa berjalan dengan baik. Ujungnya, hal itu bisa menghambat pertumbuhan ekonomi domestik.

2. Varian Delta Sedot Kas Negara Rp291,4 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengurai anggaran kesehatan 2021 mencapai Rp291,4 triliun, naik 69,2% dibanding tahun lalu. Padahal, realisasi anggaran kesehatan hanya sebesar Rp113,6 triliun sebelum kehadiran pandemi COVID-19.

Pos terbesar alokasi anggaran kesehatan bersumber dari penanganan pandemi, di antaranya klaim perawatan 1,4 juta pasien dengan nilai Rp83,3 triliun, insentif untuk 1,5 juta tenaga kesehatan di pusat dengan nilai Rp10,3 triliun serta untuk tenaga kesehatan daerah Rp6,8 triliun. Anggaran kesehatan juga dimanfaatkan untuk pengadaan 310,9 juta vaksin yang senilai Rp 33,2 triliun. Sisanya digunakan untuk membayar klaim bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat tidak mampu.

Apa Implikasinya?

Penanganan pandemi yang kurang preventif akan mengakibatkan kebocoran kas negara untuk langkah kuratif akibat lonjakan kasus. Akibatnya, alokasi anggaran negara yang sepatutnya bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi malah digunakan untuk menangani pandemi. Oleh karenanya, pemerintah harus bereaksi cepat ketika pandemi kembali melanda Indonesia.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Indonesia Puasa Ekspor Batu Bara, Manufaktur Asia Berjaya

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Manufaktur China Kembali Bergeliat

Purchasing Manager Indeks (PMI) China di bulan Desember kembali ke zona ekspansif di level 50,9, meningkat dari perolehan November yakni 49,9. Kembalinya PMI China ke zona ekspansif didorong oleh pulihnya harga bahan baku dan menjaga kestabilan harga.

Apa Implikasinya?

Kembalinya PMI China ke zona ekspansif (di atas 50) menjadi indikasi baik untuk proyeksi perekonomian China di tahun ini. Jika momentum pemulihan dapat dipertahankan, maka China bisa bangkit dari keterpurukan sehingga berdampak masif pada perekonomian global sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Pulihnya aktivitas pabrik di China juga akan memengaruhi pasokan komoditas hasil manufaktur dari China yang selama ini banyak menopang suplai ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Selain itu, ekspor bahan baku Indonesia ke China diharapkan bisa terus mengalir deras, yang ujungnya bisa menopang surplus perdagangan Indonesia.

2. Yuan Digital Kian Populer

Mata uang fiat digital China, e-CNY kini bisa diakses di 10 kota di China termasuk tiga kota yang menjadi pusat perekonomiannya yakni Beijing, Shanghai dan Shenzhen. People Bank of China (PBoC) mencatat, sejak diluncurkan akhir 2019, sebanyak 140 juta akun wallets telah dibuka dengan total volume transaksi mendekati 62 miliar yuan.

Tak kurang dari 1,55 juta pedagang kini bertransaksi dengan e-CNY mencakup bidang utilitas publik, jasa katering, transportasi, belanja dan urusan pemerintahan. E-CNY juga digunakan dalam berbagai aplikasi pembayaran untuk bertransaksi di restoran hingga pasar berjangka.

Apa Implikasinya?

Sebagai satu pelopor dalam penerbiotan fiat digital (central bank digital currency/CBDC) perkembangan e-CNY dapat menjadi tolok ukur bagi bank sentral negara lain yang berminat menerbitkan entitas serupa, salah satunya Indonesia.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Antara, CNBC Indonesia

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait