Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pluang Snapshot: Apple Dihujani Pujian, Kabar Keliru Bikin Fans BTC Kelabakan
shareIcon

Pluang Snapshot: Apple Dihujani Pujian, Kabar Keliru Bikin Fans BTC Kelabakan

7 Mar 2023, 3:13 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Pluang Snapshot: Apple Dihujani Pujian, Kabar Keliru Bikin Fans BTC Kelabakan

Selamat siang, Sobat Cuan! Goldman Sachs puji saham Apple hingga fans BTC panik akibat kabar keliru, semua terangkum di Pluang Snapshot berikut!

Hal yang Perlu Dipantau Hari Ini

1. Setelah Enam Tahun, Goldman Sachs Akhirnya Beri Rating ‘Buy’ bagi Saham Apple

Institusi investment bank Goldman Sachs akhirnya memberikan peringkat buy bagi saham raksasa teknologi Apple Inc untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. Lembaga tersebut beralasan, besarnya jumlah pengguna dan tingginya loyalitas pengguna Apple akan menjadi katalis positif bagi kinerja keuangan dan nilai saham Apple ke depan.

Dalam sebuah catatan kepada investor, analis Goldman Sachs Michael Ng menuturkan, Apple terbukti sukses dalam mendesain piranti keras berkualitas unggul. Uniknya kualitas produk Apple ini dianggap sebagai magnet utama bagi perusahaan untuk menggaet pengguna baru dan mempertahankan loyalitas pengguna setianya.

Hal tersebut tak hanya berdampak positif bagi nilai jenama Apple namun juga berperan sebagai faktor kunci bagi prestasi keuangan perusahaan di masa depan. Pasalnya, selain berpotensi sebagai motor penggerak pendapatan perusahaan, besarnya basis pengguna Apple pun diramal akan bisa mengurangi biaya akuisisi pengguna baru perusahaan.

Atas alasan tersebut, tak heran jika Goldman Sachs kemudian memasang target harga saham Apple di US$199 atau lebih tinggi 32% dari harga penutupan terakhir US$169,61 per lembar.

Transaksi Saham Apple di Sini!

2. ‘Perang Harga’ Malah Seret Nilai Saham Emiten Mobil Listrik

Perang harga antara produsen mobil listrik terbukti hanya menjadi katalis negatif bagi saham-saham sektor tersebut. Fenomena ini tercermin dari laporan Bloomberg yang menunjukkan bahwa rata-rata harga saham emiten kendaraan listrik pada Februari melorot 9% dibanding sebulan sebelumnya.

Lebih sedihnya lagi, nilai saham produsen mobil listrik asal China, BYD Co., ambles 14% di periode yang sama. Maklum, perang harga mobil listrik di China memang terlihat sengit lantaran negara tersebut memiliki salah satu permintaan mobil listrik terbesar sejagat.

Namun, di sisi lain, nilai saham produsen mobil listrik ngetop Tesla justru melesat 18% di bulan tersebut. Adapun sentimen utamanya adalah hasil laporan keuangan perusahaan yang lebih baik dibanding estimasi analis.

Transaksi Saham Tesla di Sini!

3. Informasi Keliru Mt. Gox Bikin Komunitas BTC Panik

Komunitas Bitcoin (BTC) mengkhawatirkan timbulnya aksi “cuci gudang” BTC jumbo usai platform exchange kripto yang saat ini sudah mati, Mt. Gox, digosipkan akan mendistribusikan 137.890 keping BTC bernilai US$3,05 miliar ke mantan penggunanya pada Jumat (10/3).

Sekadar informasi, distribusi BTC bernilai besar tersebut merupakan “ganti rugi” Mt. Gox kepada penggunanya menyusul raibnya 850.000 keping BTC di platform tersebut akibat aksi peretasan yang terjadi di 2014 silam.

Hanya saja, menurut siaran pers terbaru Mt. Gox, distribusi BTC itu rencananya tidak akan terjadi pada Jumat pekan ini namun pada 30 September 2023 mendatang. Perusahaan justru akan menjadikan hari Jumat pekan ini sebagai batas akhir pendaftaran kompensasi yang dimaksud.

Transaksi BTC di Sini!

4. Bos The Fed Diramal Ogah Buru-buru Kerek Bunga

Sejumlah ekonom yang dihimpun investing.com memperkirakan bahwa ketua The Fed Jerome Powell tidak akan memberi sinyal terkait kebijakan moneter hawkish pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dewan legislatif AS yang dijadwalkan berlangsung hari ini.

Mereka beranggapan, alih-alih membicarakan pengetatan kebijakan moneter, Powell justru diramal akan mengutarakan keinginannya untuk menunggu data-data makroekonomi dan inflasi dalam jangka pendek sebelum berkomitmen untuk mengerek laju kenaikan suku bunga acuan.

Asal tahu saja, investor tengah mengantisipasi kenaikan laju suku bunga acuan The Fed dari 25 basis poin menjadi 50 basis poin di bulan ini mengingat masih kuatnya indikator inflasi AS.

Baca Juga: Pluang Snapshot: Ford Cari Peluang Cuan, Citigroup Dikabarkan PHK Karyawan

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Download Aplikasi Pluang di Sini!

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang snapshot
Pluang Snapshot: Amazon Rilis Kartu Kredit, Saham Nikola 'Terjepit'
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1