Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Leveragearrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Berita & Analisis

Pluang Snapshot: Warren Buffett 'Cuci Gudang' Saham, Laba Airbnb Meningkat Tajam

Pluang Snapshot: Warren Buffett 'Cuci Gudang' Saham, Laba Airbnb Meningkat Tajam

15 Feb 2023, 3:29 AM·Waktu baca: 3 menit
Kategori
Pluang Snapshot: Warren Buffett 'Cuci Gudang' Saham, Laba Airbnb Meningkat Tajam

Selamat siang, Sobat Cuan! Airbnb senyum lebar karena membukukan kinerja memuaskan hingga Warren Buffett cuci gudang saham, semua terangkum di Pluang Snapshot berikut!

Hal yang Perlu Dipantau Hari Ini

1. Airbnb Pamer Kinerja Keuangan Memuaskan di Kuartal IV 2022

Platform penyedia akomodasi Airbnb melaporkan kinerja keuangan yang memuaskan pada kuartal IV 2022.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Selasa (14/2), perusahaan melaporkan pendapatan US$1,9 miliar atau tumbuh 24% dari US$1,86 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut rupanya melebihi ekspektasi analis US$1,86 miliar.

Selain itu, Airbnb juga membukukan laba bersih US$319 juta di triwulan lalu, meningkat pesat dari US$55 juta di kuartal IV 2021. Alhasil, perusahaan mampu mencetak laba per saham sebesar US$0,48 atau melewati ramalan analis US$0,25.

Perusahaan menyebut, kuatnya kinerja keuangan perusahaan didorong oleh meningkatnya permintaan sewa akomodasi di kota-kota besar, sebuah kawasan yang selama ini dianggap sebagai sumber utama pundi-pundi pendapatan perusahaan.

Di samping itu, Airbnb juga kecipratan berkah dari aktivitas perjalanan lintas batas yang perlahan pulih pascapandemi.

Transaksi Saham Airbnb di Sini!

2. Warren Buffett ‘Cuci Gudang’ Saham, Chevron Jadi Korban

Begawan investasi Warren Buffett melalui perusahaannya Berkshire Hathaway mengurangi kepemilikan sahamnya di beberapa emiten sepanjang kuartal IV 2022.

Pertama, perusahaan memangkas kepemilikan sahamnya di perusahaan chip semikonduktor asal Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), sebanyak 86,2% dari posisi kepemilikan di akhir triwulan III 2022.

Kedua, Berkshire Hathaway juga melakukan divestasi masing-masing sebesar 91,4% dan 60% terhadap saham dua emiten perbankan, US Bancorp dan BNY Mellon, sepanjang tiga bulan terakhir di 2022.

Tak ketinggalan, perusahaan juga memangkas kepemilikan sahamnya di perusahaan migas Chevron sebanyak 2,38 juta lembar, atau 8,4% dari total kepemilikannya, dalam kurun Oktober hingga Desember tahun lalu.

Kendati melakukan "cuci gudang" saham, Berkshire Hathaway juga kedapatan menambah kepemilikannya di saham emiten lain. Sebagai contoh, perusahaan menambah koleksi saham raksasa teknologi Apple sebesar 20,8 juta lembar atau setara US$3,2 miliar sepanjang triwulan lalu.

Transaksi Saham Chevron di Sini!

Transaksi Saham Apple di Sini!

3. Polygon Rilis Teknologi Anyar Bulan Depan

Blockchain lapis dua Ethereum, Polygon, akan merilis teknologi Ethereum Virtual Machine (EVM) versi zero-knowledge (zkEVM) di jaringan utamanya pada 27 Maret 2023 mendatang.

Teknologi tersebut diharapkan dapat berfungsi seperti EVM pada umumnya. Dengan kata lain, pengguna dapat memindahkan pengembangan aplikasi dari jaringan Ethereum ke jaringan Polygon tanpa harus mengubah bahasa pemrogramannya.

Namun, di saat yang sama, teknologi tersebut juga menggunakan mekanisme zero-knowledge, sehingga proses transaksi bisa dilakukan secara cepat namun dengan biaya yang jauh lebih efisien.

Transaksi MATIC di Sini!

4. Inflasi AS Melandai Tipis, Tapi Masih di Atas Ekspektasi

Biro statistik ketenagakerjaan AS pada Selasa (14/2) mengumumkan inflasi tahunan AS sebesar 6,4% di Januari atau melambat dari sebulan sebelumnya 6,5%. 

Inflasi tahunan AS terpantau terus melandai dari puncak tertingginya dalam empat dekade terakhir, yakni 9%, yang terjadi di tahun lalu. Kendati demikian, angka inflasi Januari tetap terbilang mengejutkan lantaran melebihi ekspektasi analis yakni 6,2%.

Di satu sisi, inflasi inti AS di Januari terbilang "suam-suam kuku" yakni 5,6% atau sedikit lebih tinggi dari estimasi analis 5,5%. Sayangnya, kenaikan harga energi, bahan pangan, dan pakaian rupanya menjadi biang keladi utama inflasi AS pada bulan lalu.

Baca Juga: Pluang Snapshot: Amazon Kutip Biaya Ekstra, Walmart Tutup Hub Teknologi

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Download Aplikasi Pluang di Sini!

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar