Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Kripto Masih Ngacir Meski IHSG Kena 'Plot Twist' di Akhir

Selamat sore, Sobat Cuan! Jelang akhir pekan, IHSG justru terkoreksi meski aset kripto masih adem ayem bertengger di zona hijau. Kenapa ya? Simak selengkapnya di sini!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendarat di 6.951,12 poin, pasrah terkoreksi 0,08% dibanding kemarin.

Tadinya, laju sang indeks domestik terlihat menjanjikan. Nilainya sempat ngebut dan bahkan menyentuh level 7.032 di awal sesi perdagangan. Sayang, nilai IHSG kemudian tersungkur ke zona merah mendekati akhir perdagangan.

Laju kencang IHSG di awal-awal sesi dipengaruhi oleh aksi beli saham domestik selepas beberapa emiten berbondong-bondong mengumumkan kinerja keuangannya di kuartal II 2022. Maklum, Jumat (27/2) adalah hari terakhir perdagangan di bulan Juli sekaligus tenggat waktu pelaporan kinerja keuangan perusahaan dalam negeri.

Beberapa emiten mencatat kinerja gemilang. Bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), misalnya, sukses membukukan kenaikan laba 62% secara tahunan di triwulan lalu. Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mencatat pertumbuhan cuan 40% dibanding kuartal sebelumnya.

Oleh karenanya, tak heran jika pelaku pasar terlihat optimistis dan mempertaruhkan uangnya di pasar modal domestik.

Hanya saja, laju IHSG kemudian berbalik arah menjelang akhir sesi setelah bank-bank raksasa tanah air seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan laporan keuangan di bawah ekspektasi. Alhasil, nilai saham keduanya pun ditutup flat dan menjadi batu sandungan bagi kinerja IHSG hari ini.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: The Fed Tebar 'Janji Manis', Laju Kripto & IHSG Kian Sadis!

Aset Kripto

Cuaca cerah masih menggantung di atas langit pasar kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 15.34 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih bertahan di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Kondisi pasar kripto yang menghijau sejatinya bisa dijelaskan baik dari sisi teknikal maupun sentimen makroekonomi.

Dari sisi makroekonomi, selera risiko pelaku pasar sedang on fire setelah menyadari kemungkinan bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan menginjak pedal rem kenaikan bunga acuannya.

Optimisme pelaku pasar tersebut berhulu dari dua peristiwa makroekonomi besar pekan ini, yakni pengumuman The Fed dan perilisan pertumbuhan ekonomi AS kuartal II.

Pada Rabu (27/7), Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan The Fed membuka peluang untuk memperlambat laju kenaikan bunga acuan selepas September. Mereka melakukan hal ini sembari menilai dampak pengetatan kebijakan moneternya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Sehari setelahnya, AS mengumumkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar -0,9% di kuartal II lalu. Pelaku pasar menangkap data tersebut sebagai sinyal bahwa The Fed kemungkinan bakal enggan mengetatkan kebijakan moneter dengan agresif demi mencegah ekonomi AS jatuh ke jurang resesi yang lebih dalam.

Sementara itu, dari sisi teknikal, pelaku pasar sepertinya memanfaatkan momentum untuk membawa harga BTC menembus level psikologis US$24.000. Mereka percaya harga BTC bisa loncat, setidaknya mentok ke level US$27.000, jika nilai sang raja aset kripto mampu menembus level yang dimaksud.

Hanya saja, analis menemukan banyak resistensi bagi BTC untuk mendobrak batas harga tersebut. Di samping itu, analis kini menemukan sinyal yang mengindikasikan bahwa breakout aset kripto beberapa hari terakhir kemungkinan berumur singkat.

Sejak menyentuh level tertingginya sepanjang masa pada November 2021, harga BTC selalu memantul lima kali dengan persentase kenaikan di kisaran 23% hingga 40% pasca terkoreksi. Hanya saja, reli tersebut selalu tertahan jika harga BTC menyentuh level Exponential Moving Average-nya berdurasi 50 hari (50-day EMA).

Adapun kali ini, harga BTC sudah berada di atas nilai 50-day EMA yakni di US$23.150 per keping. Sehingga, maklum saja jika analis kemudian mewanti-wanti hadirnya kembali koreksi harga aset kripto.

Di samping itu, reli harga BTC beberapa hari terakhir ternyata tidak disertai volume perdagangan yang kuat. Akibatnya, harga BTC diramal bakal rentan terdampak koreksi teknikal jika pelaku pasar melakukan price actions.

Lebih lanjut, status bintang panggung pasar kripto kali ini jatuh ke Ravencoin (RVN) yang membukukan pertumbuhan 47,78% dalam sehari terakhir. Langkahnya diikuti oleh Ethereum Classic (ETC) yang tumbuh 27,78% di waktu bersamaan.

Baca Juga: Pluang Pagi: Aneh, Pertumbuhan Ekonomi AS 'Memble', Tapi Kripto & Saham AS Kece!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 130 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait