pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG Unjuk Taring, Kripto Malah Terbaring

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali unjuk gigi pada sesi perdagangan hari ini. Sayangnya, aset kripto gagal mengejar performa kinclong sang indeks domestik! Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Kondisi Geopolitik Perlahan Adem, IHSG Ogah Kalem

IHSG menutup sesi perdagangan Rabu (10/3) di level 6.924 poin alias tumbuh 0,87% dibanding sehari sebelumnya.

Pelaku pasar sejatinya sempat dibuat deg-degan lantaran sang indeks domestik sempat tenggelam di sesi pertama. Untungnya, IHSG kembali perkasa di sesi selanjutnya.

Investor nampaknya mulai kembali semringah untuk merangsek masuk pasar domestik. Pasalnya, mereka meramal bahwa tensi geopolitik Rusia dan Ukraina perlahan akan mereda setelah masing-masing negara mengaku terbuka untuk menempuh jalur diplomasi demi menyelesaikan konflik di antara mereka.

Kemarin, Rusia mengatakan bakal menjamin aspek keamanan Ukraina asal Ukraina bersedia menjaga netralitasnya. Ukraina sendiri dikabarkan cukup "terbuka" untuk melakukan diskusi lebih lanjut terkait hal tersebut dengan Rusia.

Pelaku pasar tentu bersorak kegirangan menerima kabar tersebut. Pasalnya, meredanya krisis keamanan antara kedua negara bisa membuat prospek ekonomi ke depan menjadi lebih pasti. Di saat-saat seperti itu, pelaku pasar tentu makin selera berkubang di pasar saham.

Selain itu, pelaku pasar juga pede masuk ke pasar domestik setelah harga minyak terjun bebas semalam. Ya, harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing amblas 13% dan 17% setelah Duta Besar Uni Emirat Arab bagi Amerika Serikat Yousuf Al Otaiba mengatakan negaranya akan mendukung organisasi negara-negara pengekspor minyak mentah (OPEC) untuk meningkatkan produksinya.

Harga minyak yang melandai tentu akan meredakan kekhawatiran pelaku pasar atas inflasi yang terus meroket.

Sekadar informasi, kenaikan inflasi akan mengerek ongkos produksi dan menyunat laba yang diterima emiten pasar modal ke depan. Sehingga, perlambatan inflasi tentu akan membantu perusahaan untuk mendulang keuntungan lebih baik, sehingga dividen yang diterima investor pun tak akan terkikis.

Sayangnya, nasib mujur IHSG nampaknya tak menular ke kawan-kawan lainnya sesama bursa Asia. Tengok saja nilai indeks Shang Hai yang hari ini melemah 1,13%, sementara nilai indeks Hong Kong dan Nikkei225 Jepang masing-masing amblas 0,67% dan 0,3%.

IHSG Makin Cetar, Asing Borong Rp286 Miliar

Kondisi IHSG yang menghijau membuat pelaku pasar asing makin nafsu untuk memborong saham-saham domestik. Hal itu tercermin dari nilai beli bersih investor asing (net foreign buy) sebesar Rp286,41 miliar di pasar reguler pada hari ini.

Kali ini, investor asing terlihat paling banyak mengoleksi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp207,4 miliar. Tak ketinggalan, mereka juga mengoleksi saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masing-masing 126,8 miliar dan 116,8 miliar.

Di sisi lain, pelaku pasar malah terlihat jaga jarak paling jauh dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang mereka lepas Rp145,8 miliar. Kemudian, mereka juga melego saham emiten sumber daya alam, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), masing-masing 44,4 miliar dan Rp40 miliar.

Namun, tak hanya dua saham produsen komoditas itu saja yang tengah ketiban apes. Nilai saham beberapa emiten sumber daya alam pun harus tengkurap pada hari ini.

Sebagai contoh, nilai saham PT Elnusa Tbk (ELSA) amblas 6,13% pada hari ini. Sementara itu, nilai saham duo emiten batu bara, PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan PT Indika Energy Tbk (INDY), juga terjerembab masing-masing 4,4% dan 3,53%.

Hal ini diduga terjadi akibat aksi ambil untung (profit taking) investor. Maklum, mereka menyerok cuan setelah nilai saham sektor tersebut melonjak dalam beberapa hari terakhir akibat harga komoditas energi yang meroket.

Baca juga: Pluang Pagi: Rusia-Ukraina Kasih Sinyal Akur, Saham AS & Kripto Subur!

Aset Kripto

Lelah Ngebut, Aset Kripto Kehabisan Bensin

Kondisi pasar kripto terlihat mulai lelah setelah sehari penuh melakukan reli. Melansir Coinmarketcap pukul 16.57 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat kini tersungkur di zona merah.

Nilai Bitcoin (BTC) kini berada di US$39.242,44 per keping alias turun 6,71% dalam sehari terakhri. Ether (ETH) pun mengikuti jejak BTC setelah mengalami pelemahan nilai 5,53% ke US$2.602,75 per keping di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun bernasib "sebelas-dua belas". Nilai Binance Coin (BNB) melorot 4,34% dalam sehari terakhir, sementara nilai XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL) masing-masing ambyar 2,66%, 4,82%, dan 6,6% di waktu yang sama.

Nilai Avalanche (AVAX) dan Polkadot (DOT) juga terpeleset masing-masing 6,33% dan 4,75% dalam 24 jam terakhir. Dari seluruh koin utama, hanya nilai Terra (LUNA) saja yang berhasil lompat 0,57% di waktu yang sama.

Sentimen Aset Kripto Hari Ini

Secara umum, lesunya pasar aset kripto disebabkan oleh likuidasi jumbo di pasar kripto. Data Coinglass menunjukkan bahwa pelaku pasar melikuidasi US$200,17 juta dari pasar kripto dalam sehari terakhir.

Analis menduga, pelaku pasar melakukan hal tersebut berdasarkan dua hal. Pertama, aksi ambil untung oleh trader jangka pendek. Kedua, mereka mencari aset aman dalam mengantisipasi perilisan data inflasi AS dan keputusan rapat bank sentral Eropa pada Kamis (10/3).

Biasanya, keputusan rapat bank sentral Eropa dianggap tak begitu signifikan dalam mempengaruhi tindak-tanduk pelaku pasar kripto. Namun, analis Blofin, Griffin Ardern mengatakan, pelaku pasar mungkin juga khawatir dengan sikap hawkish dari Bank Sentral Eropa, sehingga memaksa mereka untuk buru-buru hijrah ke aset yang lebih aman.

"Kita sudah memahami bahwa The Fed akan mengerek suku bunga acuannya. Jadi, apapun kondisi ekonomi yang terjadi, The Fed bakal melancarkan aksi tersebut," ujar Aldern seperti dikutip Coindesk.

"Namun, pengaruh kuat mungkin akan datang jika bank sentral Eropa bersikap hawkish pekan ini. Apapun langkah yang tak terduga dari bank sentral Eropa bisa memicu pasar kripto berguguran," imbuh dia.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES