Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Omicron Menghantam, IHSG Berakhir Runyam

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasrah tersungkur ke zona merah sementara pasar kripto sedang melompat kegirangan. Apa yang sesungguhnya terjadi? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Omicron Mengancam, IHSG Langsung Runyam

IHSG harus rela mengakhiri sesi perdagangan Kamis (16/12) di angka 6.653,82 poin atau melorot lebih dari 0,47% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Kondisi ini cukup ironis, mengingat sang indeks domestik awalnya sempat melaju kencang 0,5% sesi pertama sebelum ambrol di sesi ke-dua.

Biang keladinya, tak lain dan tak bukan, adalah ketakutan pelaku pasar terhadap penyebaran COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Siang ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa varian tersebut sudah masuk Indonesia sejak 15 Desember.

Ya, setelah tahan dari sergapan varian tersebut, Indonesia kini memiliki satu kasus positif varian Omicron. Data tersebut pun ikut dikonfirmasi oleh GISAID alias Global Initiative on Sharing All Influenza Data.

Sontak, pasar langsung kalang kabut dan melakukan panic selling. Padahal pagi tadi, pasar baru saja mendapatkan suntikan booster dari sikap The Fed yang sudah memberi kepastian terkait jadwal normalisasi kebijakan moneternya. Sekadar informasi, The Fed rencananya akan mengurangi instrumen surat berharganya sebesar US$30 miliar per bulan serta mengerek suku bunga acuannya sebanyak tiga kali sepanjang tahun depan.

Karena pelaku pasar sudah mengantisipasi kabar tersebut, maka tak heran jika pasar modal sempat adem ayem di awal sesi.

Kepanikan investor terhadap Omicron juga bikin investor gelap mata dan mengesampingkan sentimen positif lainnya dari dalam negeri. Sentimen itu datang dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan menahan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,50%.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Omicron 'Hajar' IHSG dan Kripto Sampai KO

IHSG Mendung, Saham Kesehatan Justru Naik Panggung

Maraknya sentimen negatif hari ini pun bikin pelaku pasar tak kuasa melakukan aksi jual. Pada hari ini, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp656,73 miliar.

Mereka tercatat mengobral saham PT Bank Rakyat indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp179,2 miliar dan membuat nilai saham perseroan ambyar 1,43% ke Rp4.140 per saham. Kemudian, investor asing juga melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp152,6 miliar dan memukul nilai saham perusahaan 3,33% ke level Rp5.800 per saham.

Hari ini memang jadi hari menyedihkan bagi investor saham domestik. Namun, selalu ada hikmah di setiap peristiwa. Gemuruh mengenai Omicron sukses mendongkrak performa saham-saham sektor kesehatan.

Tengok saja saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang pada perdagangan hari ini melesat 4,44% ke level Rp2.590 per saham. Tidak mau ketinggalan, nilai saham produsen jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) juga langsung melejit 5,03% ke level Rp2.090 per saham.

Kemudian, saham pemilik jaringan rumah sakit Omni Hospital, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) juga terbang 6,25% ke level Rp442 per saham. Bahkan, nilai saham produsen tabung oksigen PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) ikut melenggang 5,39% ke Rp1.565 per lembar hari ini.

Omicron Mengganas, Bitcoin Cs Memanas

Meski Indonesia diterpa gonjang-ganjing Omicron, kondisi pasar kripto pada hari ini justru terlihat riang gembira. Betapa tidak, melansir Coinmarketcap pukul 17.21 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sedunia bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Harga Bitcoin (BTC), misalnya, melengos 1,55% dalam sehari terakhir dan kini bercokol di US$49.147 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) bertengger di US$4.044,79 per keping atau loncat 4,62% di waktu yang sama.

Langit cerah juga menggantung di atas geng pembunuh Ethereum. Sebab, nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Polkadot (DOT) masing-masing menguat 9,76%, 4,49%, dan 4,6%.

Secara umum, pelaku pasar nampaknya sudah kembali doyan mengoleksi aset kripto setelah The Fed memberi kejelasan soal kebijakan moneternya tahun depan. Maklum, mereka sempat malu-malu nyebur ke pasar aset berisiko lantaran mengantisipasi pengumuman tersebut.

Tetapi, di antara seluruh koin kripto, Avalanche (AVAX) nampaknya yang terlihat tersenyum paling lebar. Sebab, nilainya melonjak 15,04% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$105,67 per keping.

AVAX nampaknya masih menerima angin segar dari keputusan stablecoin USDC yang telah memperluas operasinya di atas jaringan blockchain Avalanche. Nah, peristiwa itu digadang bisa semakin memperkuat aplikasi terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan Avalanche, dan kemungkinan besar menggeser dominasi Ethereum sebagai platform kontrak pintar (smart contract).

Baca juga: Udah Kaya Makin Kaya! Harta Orang Kaya Sejagat Nambah US$1,3 T di 2020

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait