Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Pasar: IHSG Mundur 0,82% Dibayangi Hantu Tapering
shareIcon

Rangkuman Pasar: IHSG Mundur 0,82% Dibayangi Hantu Tapering

27 Oct 2021, 10:14 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Pasar: IHSG Mundur 0,82% Dibayangi Hantu Tapering

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bernasib apes pada hari ini dengan terseret ke zona merah. Apa sebenarnya yang melanda pasar domestik hari ini?

IHSG Loyo Ditekan Tapering dan Harga Komoditas

Nilai IHSG pada hari ini pasrah ditutup di level 6.602,21 poin alias terkoreksi 0,82% dibanding penutupan perdagangan kemarin.

Pelemahan IHSG nampaknya disebabkan sikap investor yang was-was menanti pengumuman hasil rapat bank sentral Amerika Serikat, The Fed, pekan depan. Sebab, otoritas moneter negara Paman Sam tersebut sudah pasang kuda-kuda untuk melaksanakan tapering bulan depan..

Selain itu, ambruknya harga komoditas juga dituding sebagai biang keladi longsornya IHSG hari ini. Contohnya, harga minyak berjangka jenis Brent turun 1,3% ke level US$85,27 per barel setelah ditutup di level tertingginya pada perdagangan sebelumnya. Harga minyak berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) juga ikut turun 1,7% ke level US$83,21 per barel.

Harga minyak merosot setelah AS mengumumkan bahwa stok minyak mentah dan persediaan bahan bakarnya meningkat pekan lalu. Ya, persediaan minyak mentah AS naik 2,3 juta barel, padahal pasar tadinya berekspektasi bahwa stok minyak mentah hanya akan naik di kisaran 1,9 juta barel.

Melihat hal itu, pasar mulai mengatur ulang portofolio investasinya. Apalagi tidak lama lagi hantu tapering juga akan “gentayangan” ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selain itu, pelaku pasar juga didera kekhawatiran terkait kasus gagal bayar yang tidak hanya muncul dari Evergrande, Fantasia Holdings dan Sinic Holdings. Adalah Modern Land yang sudah menyatakan bakal menunda pembayaran utang bunga obligasi yang jatuh tempo pada pada 25 Oktober kemarin.

Perseroan juga mengatakan akan membayar sebagian dari nilai utangnya yang senilai US$250 juta dalam tiga bulan ke depan. Kabar tersebut menambah berat tekanan yang ada di pasar saham.

Secara keseluruhan, IHSG keok berbarengan dengan saham wilayah ASEAN yang melemah. Bursa saham Hong Kong juga terpantau susut 1,57%, disusul Nikkei 225 yang turun 0,03% dan Kospi di Korea Selatan yang ikut minus 0,77%.

Baca juga: Data Ekonomi Eropa dan Asia Dongkrak Harga Minyak Dunia Naik 3,1%

Saham Sektor Keuangan Akhirnya Oleng

Kekhawatiran pasar tersebut bikin nilai beli bersih asing (net foreign buy) di pasar reguler susut drastis hingga Rp151,56 miliar. Padahal, beberapa hari sebelumnya, asing terlihat getol menyerok saham pasar domestik bahkan hingga di atas Rp1 triliun.

Pada hari ini, investor asing banyak mengoleksi saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai beli bersih masing-masing Rp112,1 miliar dan Rp102,3 miliar.

Di sisi lain, investor asing terlihat gemar melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai masing-masing Rp92,1 miliar dan Rp41,9 miliar.

Sektor keuangan yang selama ini menjadi penopang pergerakan IHSG juga tidak bisa berbuat banyak dan harus rela susut 1%. Hampir seluruh saham bank pada hari ini melemah, mulai dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ambruk 1% ke level Rp7.450 per saham.

Nilai saham BBRI pun ikut amblas 1,38% ke level Rp4.290 per saham sementara nilai saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) nyungsep 2,75% ke level Rp7.075 per saham.

Bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), juga ikut susut 2,25% ke level Rp1.740. Nilai saham emiten yang dimiliki oleh Patrick Walujo lewat Northstar Group, PT Buana Finance Indonesia Tbk (BFIN), juga ikut luntur 1,50% ke level Rp985 per saham.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Data NFP AS Memburuk, Indonesia Pindah Ibu Kota

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Adi Putro

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
weekly news
Pasar Sepekan: Rusia Tabuh Genderang 'Perang', Market Ikut Bergelombang
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1