Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 2 menit

View

0

Dampak Aplikasi Multi-Aset terhadap Pertumbuhan Investor Ritel

Pluang dan lembaga riset Center for Economic and Law Studies (CELIOS) meluncurkan studi berjudul “Dampak Aplikasi Multi-Aset Terhadap Pertumbuhan Investor Ritel”1 sebagai kajian pertama yang berfokus pada tren investasi ritel dan aplikasi multi-aset.

Mengambil data dari 3.530 responden survei di seluruh Indonesia, studi ini bertujuan untuk memberi gambaran sektor investasi ritel di Indonesia, perilaku dan kebutuhan investor ritel, serta dampak dari kehadiran aplikasi multi-aset.

Studi ini mengungkap bahwa lebih dari setengah responden merasa keberadaan platform aplikasi multi-aset berdampak positif pada pendapatan mereka. Mayoritas responden juga menganggap berinvestasi di platform digital turut memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hal ini  disebabkan oleh pesatnya momentum ekonomi digital di Indonesia dan adopsi teknologi yang cepat dari kalangan generasi muda sehingga berinvestasi di platform investasi digital dianggap turut berkontribusi terhadap peningkatan sektor teknologi informasi, membantu pendanaan perusahaan, dan efek penciptaan tenaga kerja dari investasi. Platform investasi digital mampu mendorong terciptanya investment-oriented society atau masyarakat yang melek investasi. 

Selain itu, mayoritas responden berinvestasi untuk meningkatkan pendapatan pasif dan tujuan investasi jangka panjang seperti mempersiapkan dana darurat, dana pensiun dan dana pendidikan anak. Studi ini juga menemukan pola investasi ritel baru, bahwa investasi tidak lagi terbatas pada investor bermodal besar, namun dapat dimulai dengan modal yang terjangkau. Sebanyak 61% responden mengalokasikan kurang dari Rp1.000.000 dari pendapatan bulanannya untuk berinvestasi.

Ternyata di platform multi-aset, reksadana, saham dan aset kripto menjadi tiga produk investasi pilihan utama investor ritel yang didominasi oleh generasi milenial. Para investor juga berkeinginan untuk menambah instrumen Investasi hingga 2-3 kelas aset. Mayoritas diantaranya juga tertarik mempelajari produk investasi lain.

Responden studi ini pun memiliki preferensi tinggi untuk memilih influencer keuangan di media sosial atau fin-fluencer sebagai sumber informasi investasi yang dapat dipercaya. Dengan semakin, studi ini merekomendasikan adanya pengembangan kapasitas untuk influencer keuangan agar dapat memberikan literasi finansial yang valid & edukatif.

Kesimpulan

  • Investor ritel memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas, efisiensi, dan kemajuan ekonomi Indonesia.  Dominasi investor ritel mampu menjaga ketahanan perekonomian dari tekanan eksternal, salah satunya adalah akibat dari keluarnya arus modal.
  • Investor ritel menganggap keberadaan platform investasi seperti aplikasi multi-aset berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
  • Kehadiran aplikasi multi-aset juga meningkatkan animo masyarakat untuk berinvestasi. Hal ini juga mempengaruhi percepatan laju inklusi dan literasi  finansial terutama bagi kelompok masyarakat berusia muda.
  • Aspek legalitas meningkatkan kepercayaan investor ritel dalam melakukan aktivitas investasi. Hal ini didukung oleh pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap keamanan platform, kehadiran informasi oleh regulator dan asosiasi terkait legalitas platform, hingga upaya perbaikan perlindungan terhadap pengguna.

Studi dan temuan lengkap bisa diakses di link berikut: bit.ly/study-pluangxcelios    

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait