Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Apa Itu Gross Profit Margin dan Bagaimana Menghitungnya?
shareIcon

Apa Itu Gross Profit Margin dan Bagaimana Menghitungnya?

24 Jul 2023, 4:32 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Gross Profit Margin adalah

Gross Profit Margin adalah sebuah metrik keuangan penting dalam bisnis. Lantas, apa gunanya dan bagaimana cara menghitungnya?

Apa Itu Gross Profit Margin?

Gross Profit Margin adalah margin laba kotor, yang dihitung dari pengurangan antara hasil penjualan produknya dengan Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold). Dengan kata lain, Gross Profit Margin adalah nilai uang yang diterima perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnisnya.

Analis biasanya menggunakan metrik finansial ini untuk mengecek tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Pasalnya, mereka menggunakan Gross Profit Margin untuk mengukur tingkat efisiensi biaya perusahaan dalam kegiatan operasinya.

Dalam hal ini, perusahaan dianggap bisa mengoperasikan bisnis dengan lebih efisien jika mampu mempertahankan atau meningkatkan Gross Profit Margin. Begitu pun sebaliknya, perusahaan dianggap tidak efisien dalam menjalankan bisnisnya jika memiliki nilai Gross Profit Margin yang terus menyusut.

Lebih lanjut, metrik keuangan ini biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai penjualan.

Baca Juga: Margin Laba Operasi

Fungsi Gross Profit Margin

Seperti yang disinggung sebelumnya, RGross Profit Margin memiliki peran penting untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola bahan baku produksi dan tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi dan penjualan barang. 

Bagi perusahaan, angka-angka tersebut bisa membantu perusahaan dalam menentukan kebijakan bisnisnya ke depan dan mengidentifikasi masalah yang terjadi di dalam tubuh perusahaan.

Sebagai contoh, jika perusahaan mencatat Gross Profit Margin yang terus melandai, maka ini mengindikasikan bahwa biaya pokok produksi perusahaan sedang menanjak.

Berangkat dari sini, perusahaan bisa mengidentifikasi komponen-komponen biaya yang sedianya bisa dipangkas agar arus laba perusahaan bisa tetap lancar.

Selain itu, perusahaan juga bisa mencari cara untuk menggenjot penjualannya agar bisa memulihkan kembali margin profit kotornya. Sehingga, potensi perusahaan untuk menggaet laba semakin membaik.

Baca juga: Ketahui Beda Revenue & Profit, Plus 3 Cara Genjot Perolehan Profit Perusahaan

Formula dan Cara Menghitung Gross Profit Margin

Gross Profit Margin adalah sebuah metrik keuangan yang bisa didapatkan dengan formulasi yang cukup mudah.

Sebagai langkah pertama, Sobat Cuan dapat menghitung Gross Profit Margin dengan mencari tahu nilai penjualan yang diraih. Langkah kedua, kamu bisa menghimpun angka harga pokok penjualan, yakni seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan produk-produknya.

Setelah itu, kamu bisa mengurangi angka penjualan tersebut dengan harga pokok penjualan untuk mendapatkan nilai laba kotor (Gross Profit).

Karena Gross Profit Margin berbentuk persentase, maka Sobat Cuan harus membagikan angka laba kotor tersebut dengan total penjualan yang diraih. Setelah itu, kamu bisa mengalikan hasilnya dengan 100% untuk mendapatkan angka Gross Profit Margin.

Secara ringkasnya, Sobat Cuan bisa menengok formula berikut untuk mengetahui nilai Gross Profit Margin!

Gross Profit Margin = ((Penjualan Bersih - Harga Pokok Penjualan)  : Penjualan Bersih) x 100%

Sebagai contoh, Perusahaan X memproduksi kaos kaki anak-anak hingga dewasa dengan hasil penjualan Rp260 juta di 2022 dan harga pokok penjualan sebesar Rp50 juta.

Maka, Gross Profit Margin perusahaan X adalah sebagai berikut:

GPM = ((Penjualan Bersih - Harga Pokok Penjualan) : Penjualan Bersih ) x 100%

GPM= ((Rp260.000.000 – Rp50.000.000) : Rp260.000.000) x 100%

GPM = (Rp210.000.000 : Rp260.000.000) x 100%

GPM =  80,76%

Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa perusahaan X mampu meraih margin laba kotor sebesar 80,76% dari total pendapatan setelah mengeluarkan biaya langsung yang terkait dengan proses produksinya.

Analisis sederhana dari hasil perhitungan di atas mengindikasikan bahwa perusahaan X memiliki tingkat Gross Profit Marguin yang besar. Sehingga, laba kotor yang dihimpunnya bisa digunakan untuk menutupi berbagai biaya yang terkait dengan operasional bisnis, pembayaran utang, pembagian dividen, serta kewajiban pajak.

Baca Juga: EPS (Laba per Saham)

Bagaimana Cara Perusahaan Meningkatkan Margin Laba Kotor?

Ada berbagai cara yang dapat ditempuh sebuah perusahaan untuk meningkatkan margin laba kotor. Dengan begitu, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitasnya.

Pada umumnya, perusahaan tersebut melakukan cara-cara berikut ini. Di antaranya yaitu:

  1. Mengurangi biaya operasional tanpa mengurangi harga penjualan
  2. Menaikan harga jual tanpa menambah biaya menjalankan bisnis
  3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
  4. Mengandalkan pelanggan lama untuk meningkatkan nilai pesanan rata-rata

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham AS, indeks saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, Accurate

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
investasi
Sobat Cuan, Begini Lho Cara Jitu Screening Saham Favoritmu!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1