Perbedaan Turtle dan Usual: Turtle diperdagangkan di Rp773,31 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M), sedangkan Usual diperdagangkan di Rp154,86 (kapitalisasi pasar Rp292,61M, volume 24 jam Rp991,22M). Perbedaan utamanya: Usual jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Turtle 154,7M / 1B TURTLE (16%) dibanding 1,9B / 3B USUAL (64%) milik Usual. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 12 Hari dan Usual selama 11 Hari.
| TURTLE | USUAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp120,27M | Rp292,61M |
Volume (24h) | Rp18,65M | Rp991,22M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 1,9B / 3B USUAL (64%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →$USUAL adalah token tata kelola (governance) dari Usual, penerbit Stablecoin Fiat yang terdesentralisasi. Token ini mendukung protokol Usual dengan memberikan pengguna kepemilikan dan kontrol atas infrastruktur serta kas platform. $USUAL dapat digunakan untuk staking, governance, dan membayar biaya transaksi, memungkinkan transaksi lintas blockchain yang aman, cepat, dan dengan biaya rendah. Dengan $USUAL, pengguna dapat berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan sambil membantu mendorong perkembangan keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Selengkapnya di halaman USUAL →