Perbedaan SUPRA dan Venice Token: SUPRA diperdagangkan di Rp3,7 (kapitalisasi pasar Rp119,88M, volume 24 jam Rp4,67M), sedangkan Venice Token diperdagangkan di Rp199.580 (kapitalisasi pasar Rp9,42T, volume 24 jam Rp528,71M). Perbedaan utamanya: Venice Token jauh lebih besar — sekitar 78,6× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Venice Token terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 15 Hari dan Venice Token selama 5 Hari.
| SUPRA | VVV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp119,88M | Rp9,42T |
Volume (24h) | Rp4,67M | Rp528,71M |
Suplai yang Beredar | 32,5B / 100B SUPRA (33%) | 47,3M VVV |
Typical Hold Time | 15 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →Venice.ai adalah platform AI generatif yang privat dan tahan sensor, memungkinkan percakapan teks, pembuatan gambar dan kode, serta interaksi karakter AI. Platform ini dibangun di atas model open-source dan didukung oleh infrastruktur terdesentralisasi. Didirikan pada Mei 2024 dan dipimpin oleh Erik Voorhees dan Teana Baker-Taylor.
Selengkapnya di halaman VVV →