Perbedaan Subsquid dan Venice Token: Subsquid diperdagangkan di Rp543,37 (kapitalisasi pasar Rp549,64M, volume 24 jam Rp69,67M), sedangkan Venice Token diperdagangkan di Rp198.731 (kapitalisasi pasar Rp9,4T, volume 24 jam Rp530,66M). Perbedaan utamanya: Venice Token jauh lebih besar — sekitar 17,1× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai Subsquid dibatasi (1B / 1,3B SQD (76%)), sedangkan Venice Token terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan Venice Token selama 5 Hari.
| SQD | VVV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp549,64M | Rp9,4T |
Volume (24h) | Rp69,67M | Rp530,66M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1,3B SQD (76%) | 47,3M VVV |
Typical Hold Time | 8 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →Venice.ai adalah platform AI generatif yang privat dan tahan sensor, memungkinkan percakapan teks, pembuatan gambar dan kode, serta interaksi karakter AI. Platform ini dibangun di atas model open-source dan didukung oleh infrastruktur terdesentralisasi. Didirikan pada Mei 2024 dan dipimpin oleh Erik Voorhees dan Teana Baker-Taylor.
Selengkapnya di halaman VVV →