Perbedaan Spark dan Stable: Spark diperdagangkan di Rp314,45 (kapitalisasi pasar Rp937,54M, volume 24 jam Rp228,23M), sedangkan Stable diperdagangkan di Rp676,41 (kapitalisasi pasar Rp16,55T, volume 24 jam Rp265,89M). Perbedaan utamanya: Stable jauh lebih besar — sekitar 17,7× kapitalisasi pasar Spark, dan suplai beredar Spark 3B / 10B SPK (30%) dibanding 24,5B / 100B STABLE (25%) milik Stable. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Spark selama 11 Hari dan Stable selama 4 Hari.
| SPK | STABLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp937,54M | Rp16,55T |
Volume (24h) | Rp228,23M | Rp265,89M |
Suplai yang Beredar | 3B / 10B SPK (30%) | 24,5B / 100B STABLE (25%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →Stable adalah blockchain Layer-1 berkecepatan tinggi untuk kebutuhan finansial nyata, penyelesaian institusional, dan transaksi skala konsumen. Jaringan ini menggunakan USDT sebagai gas, menghadirkan jaminan blockspace deterministik, serta arsitektur validator yang berfokus pada keandalan, transparansi, dan imbal hasil berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STABLE →