Perbedaan Sign dan Walrus: Sign diperdagangkan di Rp152,34 (kapitalisasi pasar Rp362,22M, volume 24 jam Rp72,23M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp549,72 (kapitalisasi pasar Rp1,35T, volume 24 jam Rp57,2M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar Sign, dan suplai beredar Sign 2,4B / 10B SIGN (24%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Sign selama 20 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| SIGN | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp362,22M | Rp1,35T |
Volume (24h) | Rp72,23M | Rp57,2M |
Suplai yang Beredar | 2,4B / 10B SIGN (24%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 22 Hari |
Sign membangun infrastruktur global untuk verifikasi kredensial dan distribusi token melalui dua produk utama. Sign Protocol adalah protokol attestation omni-chain yang mendukung infrastruktur digital publik bagi pemerintah dan menjadi fondasi untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi. TokenTable merupakan platform berbasis smart contract yang memfasilitasi distribusi token seperti airdrop, vesting, dan unlock secara on-chain dengan cara yang transparan dan efisien.
Selengkapnya di halaman SIGN →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →