Harga Sign (SIGN/IDR) Hari Ini
Ringkasan Aura AI
Statistik Pasar
- Rp346,91MKap. Pasar
- Rp138,45MVolume (24h)
- 2,4B / 10B SIGN (24%)Suplai yang Beredar
- 89% Sell | 11% BuyAktivitas Perdagangan
- 18 HariTypical Hold Time
Sign saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp346,91M dan volume perdagangan 24 jam sebesar Rp138,45M. Sign diperdagangkan di kisaran harga terendah sepanjang masa Rp142,92 dan tertinggi sepanjang masa Rp2.205,07. Suplai yang beredar Sign adalah 2,4B / 10B SIGN (24%). Aktivitas perdagangan terbaru menunjukkan 89% Sell and 11% Buy, yang mencerminkan sentimen pasar saat ini. Rata-rata investor menahan Sign selama sekitar 18 Hari.
Profil Sign
Sign membangun infrastruktur global untuk verifikasi kredensial dan distribusi token melalui dua produk utama. Sign Protocol adalah protokol attestation omni-chain yang mendukung infrastruktur digital publik bagi pemerintah dan menjadi fondasi untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi. TokenTable merupakan platform berbasis smart contract yang memfasilitasi distribusi token seperti airdrop, vesting, dan unlock secara on-chain dengan cara yang transparan dan efisien.
Order Book
Menampilkan order beli dan jual real-time, kedalaman pasar, dan aktivitas short-selling untuk membantu investor menilai sentimen pasar.
Berita Terbaru
Audiera melonjak hampir 30% setelah kerja sama dengan label musik besar, jadi pemenang pasar kripto hari ini.
Audiera (BEAT) naik 29,82% ke $2,19, menjadi yang paling naik di pasar kripto berkat kerja sama baru dengan label musik besar. Kenaikan ini menunjukkan minat investor yang meningkat pada platform streaming audio terdesentralisasi miliknya. Selain itu...

Solana bertahan lebih baik dari Bitcoin saat pasar turun, didukung pertumbuhan institusional dan aset dunia nyata.
Solana (SOL) menunjukkan performa lebih baik dibandingkan banyak kripto besar saat pasar turun dan Bitcoin jatuh di bawah $60.000, dengan harga sekitar $66,26 dan penurunan mingguan hanya 5%. Ketahanan ini didukung oleh produk institusional yang berk...

Sebagian besar pencurian kripto berasal dari kegagalan manusia dan operasional di luar rantai, bukan bug smart contract.
Meskipun umum dipercaya, sebagian besar peretasan kripto pada 2024 dan 2025 disebabkan oleh kerentanan di luar rantai seperti kunci pribadi yang dicuri, penandatangan yang dikompromikan, dan keamanan operasional yang lemah, bukan kesalahan kode smart...
