Perbedaan Sign dan SUPRA: Sign diperdagangkan di Rp115,72 (kapitalisasi pasar Rp275,41M, volume 24 jam Rp47,85M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,01 (kapitalisasi pasar Rp98,33M, volume 24 jam Rp5,26M). Perbedaan utamanya: Sign jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar Sign 2,4B / 10B SIGN (24%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Sign selama 21 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| SIGN | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp275,41M | Rp98,33M |
Volume (24h) | Rp47,85M | Rp5,26M |
Suplai yang Beredar | 2,4B / 10B SIGN (24%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Sign membangun infrastruktur global untuk verifikasi kredensial dan distribusi token melalui dua produk utama. Sign Protocol adalah protokol attestation omni-chain yang mendukung infrastruktur digital publik bagi pemerintah dan menjadi fondasi untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi. TokenTable merupakan platform berbasis smart contract yang memfasilitasi distribusi token seperti airdrop, vesting, dan unlock secara on-chain dengan cara yang transparan dan efisien.
Selengkapnya di halaman SIGN →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →