Perbedaan RSS3 dan USDS: RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M), sedangkan USDS diperdagangkan di Rp18.072 (kapitalisasi pasar Rp180,37T, volume 24 jam Rp3,44T). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 2193,5× kapitalisasi pasar RSS3, dan suplai RSS3 dibatasi (906,2M / 1B RSS3 (91%)), sedangkan USDS terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan RSS3 selama 19 Hari dan USDS selama 9 Hari.
| RSS3 | USDS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp82,23M | Rp180,37T |
Volume (24h) | Rp28,18M | Rp3,44T |
Suplai yang Beredar | 906,2M / 1B RSS3 (91%) | 10B USDS |
Typical Hold Time | 19 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →