Perbedaan RSS3 dan Swell Network: RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp13,48 (kapitalisasi pasar Rp67,89M, volume 24 jam Rp37,37M). Perbedaan utamanya: RSS3 lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar RSS3 906,2M / 1B RSS3 (91%) dibanding 5,1B / 10B SWELL (51%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan RSS3 selama 19 Hari dan Swell Network selama 20 Hari.
| RSS3 | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp82,23M | Rp67,89M |
Volume (24h) | Rp28,18M | Rp37,37M |
Suplai yang Beredar | 906,2M / 1B RSS3 (91%) | 5,1B / 10B SWELL (51%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 20 Hari |
RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →