Perbedaan RSS3 dan Slash Vision Labs: RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp193,51 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp3M). Perbedaan utamanya: suplai RSS3 dibatasi (906,2M / 1B RSS3 (91%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan RSS3 lebih aktif diperdagangkan (Rp28,18M vs Rp3M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan RSS3 selama 19 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| RSS3 | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp82,23M | -- |
Volume (24h) | Rp28,18M | Rp3M |
Suplai yang Beredar | 906,2M / 1B RSS3 (91%) | -- |
Typical Hold Time | 19 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →