Perbedaan RSS3 dan Streamflow: RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M). Perbedaan utamanya: RSS3 jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai beredar RSS3 906,2M / 1B RSS3 (91%) dibanding 254,5M / 1B STREAM (26%) milik Streamflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan RSS3 selama 20 Hari dan Streamflow selama 28 Hari.
| RSS3 | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp82,23M | Rp38,3M |
Volume (24h) | Rp28,18M | Rp1,17M |
Suplai yang Beredar | 906,2M / 1B RSS3 (91%) | 254,5M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 28 Hari |
RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →