Perbedaan Polymesh dan RSS3: Polymesh diperdagangkan di Rp539,48 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 8,5× kapitalisasi pasar RSS3, dan suplai RSS3 dibatasi (906,2M / 1B RSS3 (91%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan RSS3 selama 20 Hari.
| POLYX | RSS3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp82,23M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp28,18M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 906,2M / 1B RSS3 (91%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 20 Hari |
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →