Perbedaan Osmosis dan Venice Token: Osmosis diperdagangkan di Rp614,1 (kapitalisasi pasar Rp479,53M, volume 24 jam Rp44,61M), sedangkan Venice Token diperdagangkan di Rp200.323 (kapitalisasi pasar Rp9,4T, volume 24 jam Rp530,66M). Perbedaan utamanya: Venice Token jauh lebih besar — sekitar 19,6× kapitalisasi pasar Osmosis, dan suplai Osmosis dibatasi (781M / 1B OSMO (79%)), sedangkan Venice Token terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 21 Hari dan Venice Token selama 5 Hari.
| OSMO | VVV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp479,53M | Rp9,4T |
Volume (24h) | Rp44,61M | Rp530,66M |
Suplai yang Beredar | 781M / 1B OSMO (79%) | 47,3M VVV |
Typical Hold Time | 21 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →Venice.ai adalah platform AI generatif yang privat dan tahan sensor, memungkinkan percakapan teks, pembuatan gambar dan kode, serta interaksi karakter AI. Platform ini dibangun di atas model open-source dan didukung oleh infrastruktur terdesentralisasi. Didirikan pada Mei 2024 dan dipimpin oleh Erik Voorhees dan Teana Baker-Taylor.
Selengkapnya di halaman VVV →