Perbedaan IOTA dan Venice Token: IOTA diperdagangkan di Rp605,36 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp107,85M), sedangkan Venice Token diperdagangkan di Rp217.573 (kapitalisasi pasar Rp10,42T, volume 24 jam Rp299,33M). Perbedaan utamanya: Venice Token jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar IOTA, dan suplai beredar IOTA 4,6B MIOTA dibanding 47,6M VVV milik Venice Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOTA selama 49 Hari dan Venice Token selama 6 Hari.
| MIOTA | VVV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,78T | Rp10,42T |
Volume (24h) | Rp107,85M | Rp299,33M |
Suplai yang Beredar | 4,6B MIOTA | 47,6M VVV |
Typical Hold Time | 49 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →Venice.ai adalah platform AI generatif yang privat dan tahan sensor, memungkinkan percakapan teks, pembuatan gambar dan kode, serta interaksi karakter AI. Platform ini dibangun di atas model open-source dan didukung oleh infrastruktur terdesentralisasi. Didirikan pada Mei 2024 dan dipimpin oleh Erik Voorhees dan Teana Baker-Taylor.
Selengkapnya di halaman VVV →