Perbedaan Loopring dan Oasys: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Oasys diperdagangkan di Rp9,01 (kapitalisasi pasar Rp62,29M, volume 24 jam Rp2,09M). Perbedaan utamanya: Loopring jauh lebih besar — sekitar 8,6× kapitalisasi pasar Oasys, dan suplai Oasys dibatasi (6,7B / 10B OAS (68%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 74 Hari dan Oasys selama 18 Hari.
| LRC | OAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp62,29M |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp2,09M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 6,7B / 10B OAS (68%) |
Typical Hold Time | 74 Hari | 18 Hari |
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →Oasys adalah protokol blockchain publik yang dirancang khusus untuk industri game. Dengan arsitektur multi-layer yang unik, Oasys menggabungkan teknologi blockchain publik dan privat untuk menghadirkan pengalaman bermain yang mulus, cepat, dan bebas gas fee. Desain inovatif ini memungkinkan Oasys mengelola volume transaksi tinggi yang umum dalam lingkungan game, sekaligus meminimalkan risiko crash node yang sering terjadi di blockchain lain.
Selengkapnya di halaman OAS →