Perbedaan Layer3 dan RSS3: Layer3 diperdagangkan di Rp95,84 (kapitalisasi pasar Rp116,48M, volume 24 jam Rp67,14M), sedangkan RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M). Perbedaan utamanya: Layer3 lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Layer3 1,2B / 3,3B L3 (37%) dibanding 906,2M / 1B RSS3 (91%) milik RSS3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 8 Hari dan RSS3 selama 19 Hari.
| L3 | RSS3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp116,48M | Rp82,23M |
Volume (24h) | Rp67,14M | Rp28,18M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 3,3B L3 (37%) | 906,2M / 1B RSS3 (91%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →