Perbedaan Story dan Sign: Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M), sedangkan Sign diperdagangkan di Rp117,18 (kapitalisasi pasar Rp279,37M, volume 24 jam Rp55,33M). Perbedaan utamanya: Story jauh lebih besar — sekitar 6,9× kapitalisasi pasar Sign, dan suplai Sign dibatasi (2,4B / 10B SIGN (24%)), sedangkan Story terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Story selama 24 Hari dan Sign selama 21 Hari.
| IP | SIGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,92T | Rp279,37M |
Volume (24h) | Rp231,18M | Rp55,33M |
Suplai yang Beredar | 356,6M IP | 2,4B / 10B SIGN (24%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 21 Hari |
Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →Sign membangun infrastruktur global untuk verifikasi kredensial dan distribusi token melalui dua produk utama. Sign Protocol adalah protokol attestation omni-chain yang mendukung infrastruktur digital publik bagi pemerintah dan menjadi fondasi untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi. TokenTable merupakan platform berbasis smart contract yang memfasilitasi distribusi token seperti airdrop, vesting, dan unlock secara on-chain dengan cara yang transparan dan efisien.
Selengkapnya di halaman SIGN →