Perbedaan Flare dan RSS3: Flare diperdagangkan di Rp119,96 (kapitalisasi pasar Rp10,42T, volume 24 jam Rp75,49M), sedangkan RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 126,7× kapitalisasi pasar RSS3, dan suplai RSS3 dibatasi (906,2M / 1B RSS3 (91%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 30 Hari dan RSS3 selama 19 Hari.
| FLR | RSS3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,42T | Rp82,23M |
Volume (24h) | Rp75,49M | Rp28,18M |
Suplai yang Beredar | 86,8B FLR | 906,2M / 1B RSS3 (91%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →