Perbedaan DigiByte dan Oasys: DigiByte diperdagangkan di Rp73,76 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,57M), sedangkan Oasys diperdagangkan di Rp9,01 (kapitalisasi pasar Rp62,29M, volume 24 jam Rp2,09M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 21,8× kapitalisasi pasar Oasys, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 6,7B / 10B OAS (68%) milik Oasys. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Oasys selama 18 Hari.
| DGB | OAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp62,29M |
Volume (24h) | Rp43,57M | Rp2,09M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 6,7B / 10B OAS (68%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Oasys adalah protokol blockchain publik yang dirancang khusus untuk industri game. Dengan arsitektur multi-layer yang unik, Oasys menggabungkan teknologi blockchain publik dan privat untuk menghadirkan pengalaman bermain yang mulus, cepat, dan bebas gas fee. Desain inovatif ini memungkinkan Oasys mengelola volume transaksi tinggi yang umum dalam lingkungan game, sekaligus meminimalkan risiko crash node yang sering terjadi di blockchain lain.
Selengkapnya di halaman OAS →