Perbedaan CORN dan Usual: CORN diperdagangkan di Rp456,38 (kapitalisasi pasar Rp238,71M, volume 24 jam Rp53,58M), sedangkan Usual diperdagangkan di Rp154,15 (kapitalisasi pasar Rp292,61M, volume 24 jam Rp991,22M). Perbedaan utamanya: Usual lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 1,9B / 3B USUAL (64%) milik Usual. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Usual selama 11 Hari.
| CORN | USUAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp238,71M | Rp292,61M |
Volume (24h) | Rp53,58M | Rp991,22M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 1,9B / 3B USUAL (64%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →$USUAL adalah token tata kelola (governance) dari Usual, penerbit Stablecoin Fiat yang terdesentralisasi. Token ini mendukung protokol Usual dengan memberikan pengguna kepemilikan dan kontrol atas infrastruktur serta kas platform. $USUAL dapat digunakan untuk staking, governance, dan membayar biaya transaksi, memungkinkan transaksi lintas blockchain yang aman, cepat, dan dengan biaya rendah. Dengan $USUAL, pengguna dapat berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan sambil membantu mendorong perkembangan keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Selengkapnya di halaman USUAL →