Perbedaan Blast dan Stable: Blast diperdagangkan di Rp6,21 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Stable diperdagangkan di Rp673,49 (kapitalisasi pasar Rp16,46T, volume 24 jam Rp269,82M). Perbedaan utamanya: Stable jauh lebih besar — sekitar 40,7× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 24,4B / 100B STABLE (25%) milik Stable. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Stable selama 4 Hari.
| BLAST | STABLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp16,46T |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp269,82M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 24,4B / 100B STABLE (25%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Stable adalah blockchain Layer-1 berkecepatan tinggi untuk kebutuhan finansial nyata, penyelesaian institusional, dan transaksi skala konsumen. Jaringan ini menggunakan USDT sebagai gas, menghadirkan jaminan blockspace deterministik, serta arsitektur validator yang berfokus pada keandalan, transparansi, dan imbal hasil berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STABLE →